Film Nay dalam Kesederhanaannya

YOGYA (KRjogja.com) – Film Nay dalam acara 11th Jogja-NETPAC Asian Film Festival (1/12/2016) yang diputar di Gedung Societet Militair TBY  menggugah empati penonton lewat kesederhanaanya.

Kesederhanaan dalam film Nay, yang disutradai dan ditulis oleh djenar Djenar Maesa Ayu, terlihat dari penggunaan 1 latarnya yang hanya di dalam mobil. Tokoh yang tampak pun hanya Nay seorang, sementara tokoh lainnya hanya ditampilkan via suara lewat adegan telfon.

Film ini mengisahkan tentang lika-liku kehidupan seorang wanita , gaya khas seorang Djenar. Nay memiliki konflik batin dengan tokoh ibu yang keras serta 'piaraan' ibunya yang pernah memerkosanya saat kecil. Kekelaman masa kecilnya ternyata terbawa sampai dewasa, saat ia tak sengaja hamil dan memiliki pertentangan batin antara harus memilih karier, yang berarti mengugurkan bayinya, atau memilih memertahankan sang bayi dengan risiko lahir tanpa figur ayah karena Ben pacarnya yang seolah lari dari tanggung jawab.

Lewat segala konflik batin seorang Nay penonton dapat menangkap kesan bahwa seorang wanita selalu menjumpai pilihan berat dalam hidupnya.
"Perempuan akan selalu di judge oleh pilihan hidupnya. Kita hanya harus percaya bawah pilihan kitalah yabg terbaik," ujar Djenar dalam sesi tanya jawabnya.

Ditanya mengenai pilihannya menggunakan Sha Ine Febriyanti sebagai tokoh tunggal dengan enteng Djenar menjawab, "Ine sudah lama membacakan cerpen saya dengan sangat baik sehingga saya sangat ingin berkolaborasi dengannya. Saat ada kesempatan buat film maka saya langsung berpikir untuk menggunakan Ine. Dan cara untuk memaksilkan dia adalah menggunakan dia sebagai tokoh sendiri tanpa orang lain," ujar Djenar sambil tersenyum. (Mg-19)

 

BERITA REKOMENDASI