Film Pendek Asteng Angkat Masyarakat Menengah Bawah

SLEMAN, KRJOGJA.com – Rangkaian Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2017 menyisipkan public lecture yang bekerjasama dengan Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM.  Bertempat di Ruang Seminar Perpustakaan Pusat UGM, public lecture hari ketiga Rabu (6/12) mengangkat tema identitas Asia Tenggara dalam film pendek.

Hadir sebagai pembicara pada sesi kedua public lecture JAFF 2017 hari ketiga ini, Wregas Bhanuteja dan Amanda Nell EU, sutradara muda yang film pendeknya telah diakui di tingkat internasional.  Wregas dengan film pendeknya ‘Prenjak’ memenangi Cannes Film Festival pada tahun 2016, sedangkan film karya Amanda berjudul ‘Lagi Senang Jaga Lembu Sekandang’ termasuk jajaran film yang ditayangkan di Venice Film Festival pada September lalu.

Wregas sutradara asal Yogyakarta mengungkapkan beberapa hal yang menjadi fokus film pendek di ranah Asia Tenggara. Film Asia Tenggara banyak mengangkat kondisi ekonomi masyarakat kalangan menengah ke bawah, menggambarkan kepercayaan dan mitos dalam masyarakat, menampilkan dominasi pemerintahan dan menceritakan kehidupan agraris.

Amanda yang berasal dari Malaysia, banyak bercerita tentang film garapannya. ‘Lagi Senang Jaga Lembu Sekandang’ mengangkat kepercayaan masyarakat setempat terhadap hantu perempuan ‘pontianak’.

"Faktor-faktor yang telah disebutkan Wregas tadi menjadi ciri film Asia Tenggara karena memang itulah realitas sosial di wilayah ini,” papar Amanda. 

"Saya pribadi sangat tertarik pada isu feminitas, khususnya dengan perempuan-perempuan Asia Tenggara sebagai subjeknya.” (Aliyah Sekar Ayu)

BERITA REKOMENDASI