Film Perjuangan Anak dengan HIV, Raih 24 Penghargaan Internasional Tapi Tak Kunjung Tayang di Negeri Sendiri

Editor: Ary B Prass

YOGYA, KRJOGJA.com – Kabar membanggakan datang dari film karya anak bangsa berjudul “Rio The Survivor” yang berhasil menyabet 24 penghargaan internasional. Film tersebut sudah ditayangkan di berbagai negara, teranyar segera naik layar di Afrika Selatan dan Malaysia.

Film “Rio The Survivor” diangkat dari kisah nyata dan diperankan oleh anak-anak Yogyakarta. Kali ini film tersebut masuk nominasi di Durban International Film Festival (DIFF), Afrika Selatan.

Festival film ini termasuk salah satu paling bergengsi di benua Afrika dan telah berusia 42 tahun sekaligus menjadi salah satu ajang kualifikasi untuk Academy Award. Untuk tahun 2021, DIFF menerima lebih dari 3 ribu film dari berbagai belahan dunia dan telah dipilih 35 sebagai nominasi Film Terbaik kategori Feature atau film panjang.

“Rio The Survivor” selama ini telah meraih 24 penghargaan dari berbagai festival film internasional di berbagai negara dengan perincian 19 sebagai pemenang dan 5 sebagai finalis dan nominasi, yang dua diantaranya masih berlangsung yakni di Spanyol dan Afrika Selatan.

Yudie Oktav, produser sekaligus sutradara “Rio The Survivor” mengungkap filmnya tak lama lagi akan tayang secara khusus di wilayah Afrika Selatan pada 23 Juli hingga 1 Agustus mendatang. Ia mengaku sangat bahagia lantaran film yang dibuat mendapat tempat di dunia internasional dengan apresiasi yang luar biasa.

“Tentu sangat luar biasa dengan apresiasi dari internasional. Ini jadi penyemangat kami semua. Setelah tayang di Afrika Selatan akan tayang juga di Malaysia karena sudah ada yang membeli hak penayangan di Malaysia,” ungkapnya melalui siaran pers tertulis, Kamis (8/7/2021).

Yudie sendiri mengaku belum tahu kapan filmnya akan naik tayang di Indonesia. Ia mengaku merasakan betul bahwa karya justru mendapat apresiasi dari luar negeri dibandingkan dengan negara sendiri.

“Seperti yang banyak terjadi, karya anak bangsa yang berprestasi dan diakui di luar negeri justru kerap tidak mendapat tempat di negeri sendiri. Kebanyakan masyarakat kita kecenderungannya lebih bangga pada mimpi, budaya, dan karya dari luar. Jadi, sejujurnya saya belum tahu kapan akan tayang di Indonesia,” tukasnya.

BERITA REKOMENDASI