Hana Saraswati Tertantang Berperan Jadi Wanita Baik

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Berperan sebagai Alya dalam Sinetron Buku Harian Seorang Istri semakin mengukuhkan nama Hana Saraswati sebagai ratunya aktris muda pemeran antagonis. Menjadi pelakor, pendendam maupun seorang wanita yang sadis pernah dilakoni Hana Saraswati dalam berbagai peran sinetron. Saking seringnya berperan antagonis Hana Saraswati ingin sesekali bermain protagonis, sekedar untuk membuktikan wajah yang menurutnya jutek itu bisa menjadi lembut.

“Aku ingin berperan protagonis, karena bebarapa sinetron belakangan ini selalu dapat antagonis. Tantangan terbesarku gimana mukaku yang jutek ini bisa jadi melas, jadi happy. Kalau dapat protagonis itu jadi tantangan terbesar bagiku,” kata perempuan cantik kelahiran Pasadena California Amerika ini dalam wawancara eksklusif secara daring, Jumat (07/05/2021).

Ia mengatakan walau langganan berperan sebagai wanita jahat, namun itu bukanlah Hana Saraswati sesungguhnya dalam kehidupan nyata. Menurut dara kelahiran 3 Desember 1996 ini, seorang Hana Saraswati merupakan pribadi yang penyabar dan jauh dari kesan jahat apalagi sadis.

Ia juga tak mau jika perannya sebagai Alya dalam sinetron yang tayang tiap hari di SCTV itu dianggap sebagai representasi Hana Sawaswati sebenarnya. Baginya Alya itu tak lebih dari sekedar peran yang dimainkan dimana dalamnya membutuhkan penghayatan dan totalitas berkarya.

“Peran Alya dan aku dalam kehidupan nyata beda sih. Aku gak akan punya mental sebar-bar Alya untuk mencapai tujuan dengan mengorbankan banyak hal. Aku orangnya kalau sudah tidak mungkin ya tidak usah, kalau Alya apa yang jadi tujuannya harus dicapai,” ungkapnya.

Namun demikian dari sekian peran yang telah dijalaninya, bermain sebagai Alya merupakan paling berkesan bagi Hana Saraswati. Untuk berperan sebagai Alya, ia bahkan harus belajar dari sosok janda sesunggunya yang pada usia muda ditempa dalam kerasnya hidup sebagai single parent.

“Kalau yang banyak effort itu Alya, karena sceennya banyak dan tiap sceen permainan emosinya naik turun. Dalam satu sceen singkat, itu bisa empat emosi. Itu sangat berkesan,” ujarnya.

Dalam cerita Buku Harian Seorang Istri yang telah tayang lebih dari 150 episode ini konflik muncul seiring Dewa Buana (Cinta Brian) dijebloskan ke penjara. Saat itulah ibunda Dewa yakni Farah (Dian Nitami) mulai tidak suka dengan menantunya, Nana (Zoe Jackson).

Farah kemudian bersekongkol dengan Alya untuk memisahkan Dewa dan Nana. Upaya itu dilakukan karena Nana dianggap tak bisa memberikan buah hati bagi Dewa dan melanjutkan garis keturunan keluarga Buana.

Alya menyambut rencana itu karena selama ini ia masih mencintai Dewa serta ingin menghancurkan rumah tangga Dewa dan Nana. Alya dan Dewa sebenarnya dulu merupakan pasangan kekasih, namun semua itu sirna setelah kehadiran Nana yang akhirnya justru menikah dengan Dewa. (Van)

BERITA REKOMENDASI