Hanung Bramantyo Bangun Kraton Baru

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sutradara Hanung Bramantyo bersiap menggarap film kolosal berjudul "Sultan Agung Tahta, Perjuangan dan Cinta" bekerjasama dengan Mooryati Soedibyo Cinema. Film yang menceritakan tentang kisah hidup Sultan Agung Hanyokrokusumo beserta penggalan kisah cintanya ini bakal digarap secara serius agar pesan bisa tersampaikan pada penontonnya.

Executive Producer BRA Mooryati Soedibyo, kepada wartawan dalam temu pers di Sheraton Hotel Minggu (10/9/2017) siang mengungkap film "Sultan Agung Tahta, Perjuangan dan Cinta" merupakan salah satu cita-cita yang ingin diwujudkan saat menginjak usia 90 tahun. Tak heran bila Mooryati sangat serius menggarap film tersebut dengan menggandeng Hanung Bramantyo serta melakukan riset mendalam bersama para sejarawan dari Yogyakarta dan Solo.

"Saya memang punya niat dan keinginan di usia 90 tahun bisa membuat film kolosal yang sebelumnya jadi cita-cita. Film ini sarat akan nilai sejarah dan harapannya bisa membawa pelajaran besar bagi bangsa terutama karena Sultan Agung merupakan pahlawan sekaligus raja pertama Mataram yang telah merangkul hampir seluruh Pulau Jawa untuk melawan hegemoni VOC saat pertama datang ke Jawa," ungkapnya.

Hanung Bramantyo menambahkan, dalam film ini bakal diceritakan kisah hidup Raden Mas Rangsang (nama kecil Sultan Agung) yang sempat merasakan cinta pertama dengan Roro Lembayung. Namun, setelah menjadi raja karena ayahnya meninggal saat berburu maka Sultan Agung harus merelakan cintanya ketika harus menikah dengan Kanjeng Ratu Batang untuk menyatukan kerajaan.

"Kami juga ingin menampilkan role model seorang raja pada masa itu, di mana panembahan yang lain terhadap VOC kompromis tapi Sultan Agung ini justru tak ingin kompromi karena menurut dia tak boleh orang luar mengambil kekayaan dengan gampang. Angle ini penting dan akan disampaikan dalam film ini," ungkapnya.

Untuk membangun keakuratan data, Hanung bahkan menggandeng sejarawan dari Yogyakarta dan Solo seperti Prof Djoko Suryo hingga Dipokusumo dan Tedjowulan dari Solo. Tak hanya itu, untuk menunjang setting lokasi, sutradara Ayat-Ayat Cinta ini bakal membuat Kraton baru yang sesuai dengan latar tahun 1600-an.

"Karena itu kemungkinan tayang masih tahun depan tapi belum tahu bulan apa karena riset harus sangat menyeluruh. Setting latar kita kan tahun 1600-an dan di Pleret situsnya tinggal sedikit jadi kita harus membangun kraton baru agar lebih akurat maka tak terburu-buru," sambungnya.

Untuk memerankan Sultan Agung, Hanung menggandeng aktor berpengalaman Ario Bayu yang memang dirasa sangat cocok menjadi sosok raja Mataram tersebut. "Kami berharap film ini bisa membawa warna baru di sinema Indonesia serta membawa banyak hal positif bagi anak-anak muda bahwa ada tokoh pahlawan nasional yang punya keteguhan hati," pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI