Hanung Bramantyo : Jangan Buat Film Sekadar Mengikuti Tren!

SLEMAN (KRjogja.com) – Hanung Bramantyo, sutradara asal Yogyakarta ini dikenal sebagai salah satu sutradara yang selalu membuat film-film box office di Indonesia. Kuncinya dalam membuat film adalah tidak sekadar membuat film berdasar trend.

Beberapa film karya Hanung diantaranya  Ayat-Ayat Cinta, Perempuan Berkalung Sorban, Sang Pencerah, Kamulah Satu-Satunya, Perahu Kertas, Soekarno, Talak 3, Surga Yang Tak Dirindukan, Habibie Ainun dan Rudy Habibie adalah sederet judul film yang sukses merebut hati masyarakat.

Ditemui pada saat screening film Rudy Habibie dalam acara Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) di salah satu venuenya yaitu Empire XXI Yogyakarta, Hanung mengatakan bahwa dalam membuat film tidak hanya memikirkan dan mengikuti tren saja.

“Tren itu dimana-mana ada, apalagi dalam pembuatan film. Namun, tren itu bisa terlihat buruk karena orang-orang di dalamnya. Terkadang orang itu hanya sekedar mengikuti tren tetapi tidak mengolahnya menjadi sesuatu yang bagus dan baru," katanya.

Orang yang membuat film tidak bisa menjaga present value dan mengandalkan skenario yang masih abal-abal. Contoh film 'Warkop DKI Reborn', sekarang kan lagi ngetren tuh, lalu orang-orang banyak membuat film dengan kata reborn tapi present value nya tidak diperhatikan. "Jadi kalaupingin membuat film yang lagi ngetren, ya harus dibikin beda," ujar Hanung. (Mg-23)

 

BERITA REKOMENDASI