Jamila BP Berbagi Cerita Tembus Bintang Pantura

Editor: Ivan Aditya

PUTRI Zuliani atau yang beken dengan nama Jamila BP (Bintang Pantura) pernah merasa putus asa dalam hidupnya. Apalagi ia pernah gagal dalam audisi Bintang Pantura 4 sehingga perempuan asli Subang Jawa Barat ini sempat ingin mengubur mimpinya dalam-dalam. Namun siapa sangka pada Bintang Pantura 5 ia mencoba kembali peruntungannya dan kali ini gelar juara akhirnya berhasil diraih.

“Ikut Bintang Pantura 5 sudah putus asa, tapi ada teman yang menyamangati Jamila untuk ikut. Disaat kita putus ada Tuhan memberikan rezeki,” ungkap Jamila dalam wawancara eksklusif ‘Semangat Senin Indosiar’ beberapa hari lalu.

Perempuan berusia 27 tahun ini juga menyadari kekuatan doa orangtua sangat berarti dalam karirnnya. Ia yang semula hanya berharap dapat bersaing dengan kontestan lain dalam kontes tersebut, namun diluar dugaan gelar juara pertama justru diraihnya.

“Jamila hanya minta didoakan kepada orangtua agar bisa di atas. Namun ternyata malah jadi juara, itu yang menurut Jamila sangat luar biasa kekuatan doa orangtua,” ujarnya.

Lilis BP juga punya pengalaman hampir serupa dalam perjuangannya menembus Bintang Pantura 5. Masih ingat betul betapa berat jerih payahnya mengikuti ajang pencarian bakat tersebut.

Perempuan asli Banyuwangi ini mengungkapkan, bisa berangkat ke Jakarta untuk mengikuti audisi benar-benar tak dibayangkan sebelumnya. Ia yang berasal dari kampung kecil di Banyuwangi Jawa Timur tidak mengira bisa menembus gemerlapnya panggung hiburan ibukota.

“Lilis kan dari kampung, langsung ke Jakarta karena tidak ada audisi di kota (Banyuwangi). Sebelumnya Lilis kirimkan video, lalu ke Indosiar dihubungi kalau lolos,” ungkap Lilis.

Lilis melakukan perjalanan jauh dari Banyuwangi ke Jakarta yang tentu saja memakan banyak waktu dan biaya. Perjalanan pulang pergi Banyuwangi – Jakarta pun harus dilakoni demi menggapai sebuah mimpi menjadi seorang selebriti.

Ia berangkat subuh naik pesawat dari Surabaya pukul 09.00 WIB dan sesampainya di Jakarta langsung ke Studio Indosiar. Di sana Lilis duduk di bangku penonton dan baru dipanggil untuk audisi pukul 19.00 WIB.

“Duduk dari pagi sampai malam hanya untuk nunggu audisi, padahal pesawat jam 21.30 WIB sudah terbang lagi ke Surabaya. Setelah audisi Lilis langsung pulang. Momen itu yang itu yang Lilis ingat banget,” jelasnya.

Sementara Fijo BP berharap kontestan Bintang Pantura 6 tahun ini dapat lebih berkualitas. Saat ini Bintang Pantura 6 tengah memasuki babak ‘Pilih-pilih’ untuk ditentukan kontestan yang akan maju ke fase berikutnya.

“Kualitas kali ini bagus-bagus suaranya, namun jangan lupa dengan goyanganya karena itu yang jadi ciri khas Bintang Pantura. Kali ini juga lebih milenial, ada lagu Korea dikoploin juga. Dangdut Pantura sudah naik kelas,” ujarnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI