‘Kembalilah Dengan Tenang ‘, Angkat Isu Krisis Lahan Makam di Jogja

BANTUL, KRJOGJA.com – Yogyakarta ternyata mengalami krisis lahan untuk pemakaman. Bagaimana jadinya ketika seseorang dari keluarga pas-pasan ada anggota keluarganya meninggal dunia?

Pertanyaan tersebut yang kemudian yang menggangu pikiran Wimba Hinu Satama, sehingga kemudian melahirkan film dengan judul 'Kembalilah dengan Tenang'. Film tersebut diputar dalam Open Air Cinema di Ruang Multi Media Ki Bagus Hadikusuma, Sabtu (23/3/2019).

Di usia ke 38, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan Open Air Cinema dengan memutarkan film-film dari para mahasiswa dan alumni. Bertemakan 'Focus on Students and Alumnus', terdapat 8 film yang berasal dari mahasisw.

Selain itu juga ada satu film karya alumni berjudul 'Kembalilah dengan Tenang' yang pada Februari lalu terpilih di International Competition of the 41st Clermont-Ferrand Short Film Festival di Prancis.

Kembalilah Dengan Tenang merupakan film yang disutradai oleh Reza Fahriansyah dan diproduseri oleh Wimba Hinu Satama dan Said Nurhidayat, yang keduanya merupakan alumni Ilmu Komunikasi UMY.  Film yang merespon isu krisis makam yang terjadi di Yogyakarta ini menceritakan 'repot'nya sebuah keluarga di daerah urban yang harus menanggung minim dan mahalnya tanah makam untuk anaknya yang baru saja meninggal.

"Ide cerita ini sebenarnya sudah ada pada tahun 2017. Tapi baru terealisasi di tahun 2018 karena lolos pitching dana istimewa dari Dinas Kebudayaan DIY," jelas Wimba pada sesi tanya jawab.

Berita tentang krisis lahan makam ini juga pernah diangkat di media cetak pada 2014. Problematika sulit mencari makam yang kosong sehingga harus menerima makam ditumpuk atau membayar dengan mahal untuk harga sebuah makam. 

"Pemerintah sudah mengerti akan isu ini.  Dengan lolosnya film ini di danais, sudah menunjukkan respon pemerintah terhadap isu krisis makam yang terjadi di daerah perkotaan," jelasnya.  (KRA-04)

BERITA REKOMENDASI