Lebih Romantis Mana, Dilan 1990 atau Rangga di AADC?

JAKARTA (KRjogja.com) – Sejak Kamis 25 Januari 2018, film Dilan 1990 mendadak menjadi daftar tontonan wajib bagi masyarakat Indonesia. Munculnya plesetan kalimat, 'Dilan, yang berat itu bukan rindu tapi …', bahkan parodi kisah cinta Dilan dan Milea, tentu membuat masyarakat semakin penasaran dan ingin menonton film karya sutradara Fajar Bustomi, yang diadaptasi dari novel milik Pidi Baiq.

Romansa cinta ala anak SMA di tahun 1990-an terasa kental dan membuat siapapun yang menontonnya mengenang indahnya masa pendekatan. Saling bertukar sapa lewat secarik kertas, berkomunikasi dengan telefon rumah, hingga memberi kejutan dengan hadiah sederhana saat ulang tahun, dengan mudah membuat tokoh Dilan dan Milea cepat diterima para penikmatnya. Terlebih para kids jaman now yang juga sedang melancarkan jurus PDKT, pastinya akan mencuri sifat ajaib Dilan yang dapat dengan mudah membuat lawan jenis bertekuk lutut.

Kalimat ungkapan rasa kagum Dilan terhadap Milea, hingga ungkapan, 'Milea nanti kalau kamu mau tidur, percayalah aku sedang mengucapkan selamat tidur dari jauh. Kamu enggak akan dengar', membuat masyarakat tak puas mendengar gombalan Iqbaal terhadap Vanesha hanya satu kali. Bahkan beberapa warganet sempat mengungkapkan bahwa mereka sudah menonton lebih dari dua kali, film yang kini telah mendapat 4 juta penonton dalam waktu 10 hari.

Sebelum kehadiran tokoh Dilan yang diperankan oleh Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan, di 2002 sempat muncul tokoh Rangga, remaja SMA dengan sifat pendiam dan misterius, tapi menyukai puisi karangan Chairil Anwar. Sosok Rangga dalam Ada Apa Dengan Cinta pada saat itu bahkan sanggup membuat remaja klepek-klepek dan mengidam-idamkan kekasih layaknya Nicholas Saputra. Bahkan sekuel Ada Apa Dengan Cinta 2 yang tayang di 2016, masih membuat penonton rela mengantri hingga sanggup menduduki posisi enam Box Office Indonesia dengan 3,6 juta penonton.

Perbedaan sosok Dilan dan Rangga pun nampak cukup terasa. Konflik dari dua film inipun dirasa sangat berbeda jauh.

Dilan diketahui merupakan seorang anggota geng motor, memiliki keluarga lengkap dan bahagia, akur dengan kakak laki-laki dan adik perempuannya, mempunyai banyak teman dan juga musuh. Sementara Rangga diketahui merupakan seorang remaja introvert yang tak memiliki teman, bahkan keluarganya pun dikatakan hancur usai perpisahan kedua orangtuanya.

Selain itu, jalinan cinta dalam Ada Apa Dengan Cinta dirasa lebih berliku-liku, lantatan Dian Sastro menganggap bahwa sahabatnya tidak merestui jalinan asmara antara dirinya dan Rangga. Pada akhirnya, setelah ratusan purnama pasangan Rangga dan Cinta akhirnya bisa kembali dipersatukan lewat pertemuan mereka di kota Yogyakarta. Walaupun, Cinta harus merelakan kandasnya pertunangannya dengan Trian (Ario Bayu).

Meski sifat antara Dilan dan Rangga dianggap cukup berbeda, tetapi keduanya dianggap memiliki beberapa kesamaan, yakni sama-sama menyukai puisi dan sanggup membuat tokoh Milea dan Cinta bertekuk lutut dan sulit melupakan cinta masa SMA mereka. Dilan kini sudah menjadi idola baru bagi remaja, bahkan Dilan bisa dikatakan sudah sanggup menggeser kepopularitasan Rangga, yang sebelumnya menduduki peringkat teratas.

Film Dilan 1990 yang nantinya akan dilanjut dengan sekuel Dilan 1991, tentunya menjadi sebuah tontonan menarik bagi masyarakat. Tidak hanya para remaja, namun juga penikmat novel karangan dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB), Pidi Baiq, yang rilis pertama kali pada 2015 lalu. (*)

BERITA REKOMENDASI