Mahdy Reza Ingin Berperan Sebagai Soekarno

Editor: Ivan Aditya

MAHDY Reza mengaku ingin mendapat kesempatan memerankan diri sebagai Soekarno. Menurut aktor kelahiran Yogyakarta ini, bisa memerankan sebagai sang tokoh proklamator tersebut merupakan kebanggan dan kehormatan tersendiri baginya.

“Aku ingin jadi Soekarno, bagaimana cara menyamakan. Semoga suatu saat dapat project memerankan itu dan bisa berjalan dengan mulus,” kata pria bernama asli Mahdy Reza Baabud tersebut dalam salah satu wawancara virtual beberapa hari lalu.

Untuk cita-citanya bisa memerankan Soekarno, Mahdy Reza mengaku banyak belajar dari aktor idolanya yakni Reza Rahadian. Seperti diketahui aktor satu ini dikenal sukses memerankan tokoh-tokoh nasional dalam setiap film yang dilakoninya.

“Bagaimamana dialognya bisa sama seperti idolaku, Reza Rahardian. Bisa sempurna dalam memerankan berbagai tokoh,” sambungnya.

Saat ini pria 24 tahun tersebut tengah terlibat dalam sinetron yang tayang SCTV berjudul ‘Buku Harian Seorang Istri’. Dalam sinetron tersebut Mahdy Reza berperan sebagai Roni yang dikenal merupakan sosok playboy.

Namun ia menampik jika di kehidupan nyata seorang Mahdy Reza juga merupakan pria yang sering bergonta-ganti pacar. Manurutnya sososok Roni dan Mahdy Reza itu berbanding 360 derajat, alias tidak sama.

“Banyak yang mengira Mahdi Reza dan Roni itu sama, sama-sama playboy. Padahal tidak sama sekali,” jelasnya.

Sementara itu Asha Assuncao yang berperan sebavai Livina dalam ‘Buku Harian Seorang Istri’ mengaku cukup bisa mengimbangi Mahdi Reza. Livina dalam sinetron tersebut merupakan istri dari Roni yang selalu dihadapkan dengan konflik rumah tangga.

Ia juga mengungkapkan tak sulit menemukan chemistry dengan lawan mainnya. Karena sudah sering ketemu di lokasi syuting, baik Asha Assuncao dan Reza Mahdy maupun pemeran lainnya sudah seperti saudara sendiri.

Dalam karir keakrtisannya selama ini Asha Assuncao mengaku ingin mendapat peran berbeda. Baginya peran tersebut cukup menantang dan bakal jadi pengalaman baru untuknya.

“Aku ingin protagonis yang benar-benar tiap hari pasrah, yang hidup tapi tidak punya kehidupan. Pingin yang benar-benar sedih, sudah tidak punya jiwa lagi,” ungkapnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI