Mediasi Buntu, Dhea Imut Resmi Gugat Perusahaan Pengiriman Barang

JAKARTA (KRjogja.com) – Dhea Annisa atau yang dikenal sebagai Dhea Imut resmi menggugat perusahaan ekspedisi DHL. Senin (16/10/2017), Henry Indraguna selaku kuasa hukum Dhea mendatangi Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) di Kelapa Gading, Jakarta untuk mengurus gugatan.

"Hari ini kami datang ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen, untuk mendaftarkan gugatan permohonan arbitrase penyelesaian sengketa antara keluarga Dhea Imut dengan DHL," kata Henry Indraguna yang datang bersama ibunda Dhea Imut, Masayu Chairani.
Seperti diketahui, Dhea Imut tengah terlibat konflik dengan perusahaan ekspedisi DHL. Dhea menuduh DHL sebagai pihak yang bertanggungjawab atas hilangnya satu unit kamera seharga Rp 229 juta yang ia kirim.

Sayang, Dhea Imut menilai pihak DHL seolah lepas tanggung jawab dari hilangnya kamera itu. Ia lantas melaporkan DHL ke Polda Metro Jaya atas dugaan melanggar Pasal 372 dan 374 KUHP.

Alasan serupa rupanya juga menjadi latar belakang Dhea Imut untuk mendaftarkan gugatan terhadap DHL. "Waktu mediasi kemarin tidak ada solusi sama sekali, bahkan kami tidak melihat adanya suatu niatan yang baik," ungkap Henry Indraguna.

"Maksudnya ya mungkin ada nilai-nilai yang kita negosiasikan, sehingga kami kalau mau rugi ya tidak terlalu rugi. Jadi bukan kami tidak mau rugi, kami siap rugi tapi tidak terlalu rugi," lanjutnya.
Kedepan, Dhea Imut hanya tinggal menunggu panggilan untuk menghadiri sidang arbitrase. Mewakili kepentingan kliennya, Henry Indraguna pun berharap agar BPSK dapat membantu penyelesaian sengketa dengan DHL. "Kami berharap dengan adanya BPSK ini akan ada suatu solusi mediasi yang cepat, tepat, sehingga ada suatu jawaban yang menyenangkan buat konsumen," pungkas Henry Indraguna. (*)

BERITA REKOMENDASI