Memilih Distribusi Film Melalui Festival

YOGYA (KRjogja.com) – Kesadaran akan pentingnya strategi distribusi film memang sudah seharusnya dipikirkan setelah ide membuat film itu muncul. Akan dikemanakan dan siapa yang akan menyaksikannya.

Karena saat ini, belum adanya lembaga yang spesifik mengurus distribusi perfilman secara resmi menjadi sebab tidak stabilnya pasar film di Yogyakarta khususnya. Namun hal itu tidak lantas membuat sineas-sineas lokal berhenti bekarya.

Seperti yang dilakukan Komunitas Film Montase yang mencoba peruntungan dengan mengikuti berbagai screening dan festival film. Sejak 2013 memulai distribusinya, hingga saat ini Komunitas Film Montase telah banyak menerima penghargaan di ranah Nasional hingga Internasional.

"Awalnya kami memproduksi sebuah film lalu baru mengikutkannya ke screening atau festival, lalu kami ubah strategi dengan memproduksi sebuah film berdasarkan jenis festival tersebut," ungkap Hilmawan Pratista yang menjabat Founder Komunitas Montase saat menjadi pembicara di Pameran Potensi Perfilman Yogyakarta 2016,  Selasa (15/11). Alasannya karena tidak semua festival memiliki selera yang sama.
 
Acara seminar mengenai kesadaran dan strategi distribusi film DIY di Pameran Potensi Perfilman Yogyakarta 2016 ini juga manghadirkan Suryo Wiyogo, Producer & Co-founder of Hideproject Films.

"Festival memang menjadi salah satu market dalam mendistribusikan film, tapi kita sebagai sineas tidak boleh stuck disitu saja. Saat mendapat kesempatan mengikuti sebuah festival film, kita harus bisa memanfaatkannya untuk networking. Karena saat berada di festival itu, kita akan bertemu dengan orang-orang yang memiliki bidang yang sama," tuturnya. Di penutupnya, Suryo mengungkapkan harapannya kepada pemerintah agar segera mengurus perda perfilman.

Pameran Potensi Perfilman Yogyakarta 2016 ini juga merupakan bentuk apresiasi kepada sineas-sineas lokal. Tidak hanya ilmu yang didapatkan melalui seminar, tetapi kita juga bisa menyaksikan karya-karya film pendek dari sineas lokal dalam bioskop mini yang telah disediakan. Event ini akan terus berlangsung hinggal 19 November di Jogja National Museum dengan agenda seminar dan pemutaran film yang berbeda setiap harinya. (Mg-17)

BERITA REKOMENDASI