Mengenang Hugh Hefner dan Arti Gambar Kelinci di Playboy

LOS ANGELES (KRjogja.com) – Cooper Hefner menyebut mendiang ayahnya, Hugh Hefner sebagai pria revolusioner yang membawa perubahan ke kehidupan banyak orang, terutama dalam hal kebebasan seksual. Hefner membangun sebuah era baru dalam sejarah lewat majalah Playboy yang dirilisnya.

Pernyataan Cooper tentang sang ayah itu mungkin tak berlebihan. Hefner memang paling dikenal berkat sepak terjangnya dalam membangun majalah Playboy.

Lahir di Chicago pada 9 April 1926, Hefner pertama mencuri perhatian dunia ketika dia mempublikasikan majalah Playboy edisi pertama pada Desember 1953 dengan isi Marilyn Monroe yang telanjang bulat.

Di tahun yang sama, Hefner mengumumkan pendirian perusahaan media dan lifestyle, Playboy Enterprises, Inc. Pria yang pernah bercerai pada 1959 tersebut juga membuat sendiri logo perusahaan serta majalahnya.

“Kelinci, kelinci, di Amerika memiliki arti seksual dan aku memilihnya karena itu adalah seekor binatang yang segar, pemalu, lincah, melompat-lompat. Seksi,” ucap Hefner dalam sebuah wawancara di tahun 1967.

Hefner dan Playboy adalah dua hal yang tak terpisahkan. Hefner berhasil menciptakan merk dan perusahaan yang vulgar, remaja, eksploitatif, dan bertentangan dengan jaman. Di saat bersamaan, Playboy membawa sang founder sebagai salah satu orang berpengaruh dalam sejarah.

Kesuksesan Hefner dalam membangun brand Playboy membuatnya disejajarkan dengan Jay Gatsby, Citizen Kane dan Walt Disney. Tapi, Hefner menunjukkan dirinya sebagai sosok yang berbeda dari nama-nama tersebut.

“Aku mengubah sikap lewat seks. Orang-orang baik itu bisa hidup bersama sekarang. Aku membasmi gagasan seks pranikah. Itu memberiku kepuasan luar biasa,” ujar Hefner ketika ditanya apa kepuasan dan capaian terbesarnya.

Meski berbau pornografi dan tak umum pada masanya, Playboy langsung menarik perhatian khalayak. Pada 1960, sirkulasi majalah Playboy menjadi satu juta dan naik hingga tujuh kali lipat di 1970.

Artis-artis besar banyak yang telah menjadi model sampul majalah Playboy. Hefner juga berhasil menggandeng nama-nama besar untuk melakukan wawancara seperti Fidel Castro, Frank Sinatra, Marlon Brando, Jimmy Carter, dan John Lennon tak lama sebelum ia dibunuh.

Walau “laku keras”, bukan berarti Playboy tak dikritik. Kritik terhadap Playboy tentu banyak diterima oleh Hefner. Hefner dicerca oleh para feminis dan tokoh-tokoh publik yang merasa kehadiran Playboy mengancam tatanan sosial di era 1950-an.

Pada 1963, Hefner sempat ditangkap dengan tuduhan kecabulan setelah mempublikasi foto telanjang Jayne Mansfield. Namun dakwaan ditarik setelah pengadilan gagal mencapai putusan.

Hefner boleh saja menciptakan majalah dan perusahaan yang berbau seksualitas, tapi kehidupannya jauh dari skandal seks. Sebaliknya, Hefner termasuk orang yang tak suka bermain-main dengan hubungan seks.

Pada 1949, Hefner menikahi Mildred Williams, wanita yang pertama kali diajaknya berhubungan badan. Dari pernikahan itu, Hefner dikaruniai dua orang anak. Total, Hefner menikah tiga kali.

Kini, sang revolusioner telah menutup mata. Hefner meninggal dunia di usia 91 tahun pada Rabu 27 September 2017 waktu setempat di kediamannya, Playboy Mansion. Juru bicara majalah Playboy menyatakan jika Hefner tutup usia karena penyebab alami dan meninggal dalam damai.

Selamat jalan, Hefner. (*)

BERITA REKOMENDASI