Nasib Van Halen Sepeninggal Eddie

Editor: Ivan Aditya

Bila Alex cerdas –memikir kualitas dan keinginan pasar– bisa merombak Van Halen. Kakak Eddie itu tetap nge-drum, David juga masih nyanyi. Dua mantan personel terbuang digamit kembali: Michael Anthony (bass), dan Sammy Hagar (vokal). Van Halen dengan dua vokalis. Antara David dan Sammy punya karakter dan massa tersendiri. Kolaborasi keduanya akan menarik. Mahal.

Lantas gitarisnya?

Tak perlu menarik gitaris luar. Sammy bisa dipasrahi sebagai gitaris. Rocker bersuara khas itu juga dikenal gitaris andal.

Jika formasi itu jalan, Wolfgang harus dipinggirkan. Biarkan anak muda itu ngeband dengan bocah seusianya. Ia belum bisa disejajarkan para rocker senior tersebut. Kalah kelas, kalah wibawa. Kali ini ia harus jadi penonton. Atau kalau masih punya saham di Van Halen, bisa jadi manajer atau ngurusi yang lain. Bukan sebagai pebass.

Akankah formasi ideal dan menggemparkan kancah musik dunia ini akan terwujud?

Ini momentum bagi Van Halen menunjukkan jati diri kembali.

Sekadar ingatan, Van Halen mulai redup setelah membuang Sammy Hagar, dan menggantikannya dengan Gary Cherone, vokalis Extreme tahun 1996. Album ‘Van Halen III’ (1998) ambyar. Musiknya meleset jauh dari khas Van Halen. Ketika David masuk lagi, juga tak mampu berbuat banyak. Van Halen hanya menjadi legenda. Kurang bertaji lagi. (Lat)

BERITA REKOMENDASI