Novel Badai Pasti Berlalu Pertama Kali Diangkat ke Layar Sinetron

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Romantisme novel Badai Pasti Berlalu kambali hadir di layar kaca. Kali ini novel karya Marga T tersebut bakal diangkat dalam sinetron yang akan tayang di SCTV mulai 24 Agustus mendatang. Nama-nama besar seperti Stefan William, Immanuel Caesar Hito hingga bintang muda Michelle Zudith bakal beradu peran dalam membawakan Badai Pasti Berlalu versi milenial.

Benardi Rachmad selaku SVP Programming Acquisition SCTV menyampaikan sinetron ini diproduksi PT Sinemart Indonesia. Badai Pasti Berlalu dipilih lantaran novel ini merupakan karya sastra paling fenomenal di negeri ini yang dikenang sepanjang masa.

“Tahun 1972 Badai Pasti Berlalu muncul di Kompas sebagai cerita bersambung, tahun 1974 diterbitkan dalam bentuk novel. Tahun 1977 difilmkan oleh sutradara Teguh Karya, tahun 2007 difilmkan lagi yang disutradai Teddy Soeriaatmadja. Jadi karya ini sangat fenomenal dari masa ke masa,” ungkap Benardi Rachmad dalam suatu wawacara virtual beberapa waktu lalu.

Benardi Rachmad sangat bangga, di tangan sutradara Indrayanto Kurniawan Badai Pasti Berlalu pertama kalinya diangkat ke layar sinetron. Dengan mengambil setting di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur, Badai Pasti Berlalu dikemas secara milenial dengan gaya ala anak muda zaman sekarang.

“Sebuah sinetron tak bisa dilepaskan dari konten ceritanya. Novel Badai Pasti Berlalu ini sangat bersejarah, jadi secara konten sudah tidak diragukan lagi,” jelasnya.

Sutradara Indrayanto Kurniawan yang pernah sukses membawa Ada Apa Dengan Cinta dari layar lebar ke dalam cerita sinetron ini mengaku butuh waktu sekitar tiga bulan untuknya melakukan riset terhadap novel Badai Pasti Berlalu. Selain itu dua karya film layar lebar Badai Pasti Berlalu yang pernah ada dipelajarinya hingga akhirnya ia memutuskan untuk menggarap sinetron ini.

“Ada dua alasan mengapa Labuan Bajo dipilih, pertama dari novel dan kedua dari film yang pernah produksi kesemuanya bersetting di pesisir pantai Indonesia. Saya datangi Anyer, Pangandaran mengingat kedua film sebelumnya berlokasi di sana. Suatu hari saya lihat Instagram tentang Labuan Bajo lalu saya search dan akhirnya memutuskan untuk memilih tempat ini,” ungkapnya.

Yang menjadi tantangan baginya dalam menggarap sinetron ini yakni bagaimana mengemas cerita cinta Badai Pasti Berlalu zaman dulu ke masa saat ini. Termasuk dalam segi bahasa maupun tema yang diambil juga disesuaikan dengan tren kekinian, tanpa menghilangkan substansi utama Badai Pasti Berlalu versi novel.

Stefan William yang dalam Badai Pasti Barlalu berperan sebagai Leo memberikan sedikit bocoran. Sosok Leo yang digambarkan sebagai dokter dalam sinetron ini merupakan seorang playboy, namun ia akhirnya bertekuk lutut di dalam hati Sisca yang diperankan Michelle Zudith.

“Sebagai dokter Leo orangnya playboy. Ia selalu PD, kalau dekat cewek pasti bakal dapetin. Cuma dengan Sisca ia tidak mau jadi playboy lagi dan ingin dapatkan Sisca,” ungkapnya.

Selain Badai Pasti Berlalu, SCTV juga akan meluncurkan sinetron uggulan lain berjudul Keajaiban Cinta. Sederet nama mulai dari Aliandro Syarif, Sitha Marino, Erdin Werdrayana, Atalarik Syah, Cut Keke, Sultan Djorgi hingga Maudy Wilhelmina akan berperan dalam sinetron yang juga bakal tayang perdana pada 24 Agustus mendatang. (Van)

BERITA REKOMENDASI