Pemerintah Korea Dukung BTS Dapat Pembebasan Wajib Militer

Editor: Ivan Aditya

WACANA bebas wajib militer bagi para member Bangtan Boys atau BTS masih menjadi pro-kontra. Namun, pemerintah Korea Selatan melalui Kementrian Kebudayaan justru mendukung wacana tersebut.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan Hwang Hee. Dalam pernyataan resminya, Hwang Hee membicarakan tentang Korsel yang saat ini menjadi pusat konten budaya.

Itu disebabkan perbesaran Hallyu Wave atau istilah yang merujuk pada tersebarnya budaya pop dengan begitu pesat. Bukan hanya menarik wisatawan ke dalam negeri, kajian mengenai budaya tradisional Korea juga muncul di universitas-universitas di seluruh dunia. Untuk itu Hwang Hee mengklaim, Korsel punya pengaruh kuat tanpa hard power.

“Dalam beberapa tahun terakhir, status Korea telah meningkat pesat karena gelombang Hallyu. Itu adalah sesuatu yang semua orang pernah rasakan. Dimulai dengan K-pop, K-drama dan film. Tak ketinggalan konten seperti game, webtoon, animasi dan seni media. Termasuk karya sastra, hanbok, K-beauty dan K-Food, keseluruhan gaya hidup orang Korea telah mendapatkan simpati dan cinta di seluruh dunia,” katanya.

Pemerintah Korea telah memberikan manfaat khusus kepada para profesional dinas militer seperti seniman budaya, atlet dan pemegang gelar. Selama 10 tahun terakhir ada 134 ribu pembebasan wamil, 484 adalah personel seni dan olahraga.

Ini untuk memberikan kesempatan kepada orang-orang berbakat yang memiliki prestise nasional tinggi dengan keterampilan luar biasa. Termasuk untuk memberikan kontribusi yang lebih besar kepada negara dengan memanfaatkan keterampilan khusus mereka tanpa gangguan kegiatan. Karena pihaknya yakin, kegiatan mereka yang tiada hentinya lebih bermanfaat bagi kepentingan nasional.

“Seniman budaya pop saat ini tidak punya pilihan selain menghentikan kegiatan mereka karena memenuhi kewajiban wajib militer terlepas dari prestasi mereka sangat jelas dalam mempromosikan prestise nasional. Ini akan menyebabkan kerugian nasional nyata. Mungkin tidak adil untuk mengatakan bahwa seniman budaya pop tidak diberi kesempatan seperti itu di lingkungan yang sangat berbeda dari masa lalu,” jelasnya.

Secara khusus, Kpop telah membuat tanda dalam sejarah musik populer dengan melanjutkan kesuksesan box office di seluruh dunia. Di antara mereka, BTS, seperti yang dapat dilihat semua orang di publik.

Mampu menghasilkan efek mendorong produksi senilai 1,2 triliun won per konser dan merupakan salah satu grup musik paling populer di luar negeri. Mereka menunjukkan kekuatan riak budaya yang bergema di seluruh dunia dengan memenangkan penghargaan.

Untuk itu dukungan aktif diperlukan untuk meningkatkan kekuatan budaya mereka. Apalagi, Korean Wave dinilai sudah memberikan dampak besar pada perekonomian, citra di hadapan dunia dan merek nasional.

Selain itu, pendaftaran bintang K-Pop wajib militer dianggap berpotensi membentuk citra bahwa Korea Selatan adalah negara berkonflik yang berbahaya dan merugikan imej nasional. Kemudian alasan lain, adanya bebas wamil BTS dianggap bisa meningkatkan kontribusi anak muda berlomba-lomba meningkatkan citra negara.

“Selain itu kami juga sudah mengetahui kesungguhan kemauan para anggota BTS untuk setia menjalankan tugas bela negara. Apalagi BTS maupun seniman budaya pop tumbuh dengan cinta rakyat. Saya ingin menekankan bahwa ketulusan mereka akan dibalas dengan cinta yang lebih besar dari rakyat. Untuk itu pembebasan wamil ini harus dapat dikembalikan ke masyarakat pada tingkat yang dapat dipahami rakyat,” pungkasnya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI