Pesan Anti Perundungan di ‘Serendipity’

YOGYA, KRjogja.com – Maxime Bouttier saat promosi film 'Serendipity' ke redaksi KRjogja.com dan KR Radio di Jalan P Mangkubumi No 40-46, Yogyakarta, Senin (6/8/2018). 

"Ini bukan kisah cinta segitiga biasa, tapi juga ada pesan stop bullying di film itu. Lihat bagaimana hidup Rani runtuh karena kabar hoax yang menyebar di satu sekolahan," buka Bouttier. 

Dia mengatakan, film garapan sutradara Indra Gunawan itu fokus pada perundungan yang kerap terjadi di masyarakat. Dalam film yang menyadur novel Erisca Febriani berjudul sama itu, Maxime berperan sebagai Gibran, seorang remaja yang gemar bermain musik, humoris dan peduli pada Rani (diperankan Mawar Eva de Jongh). 

Dia berupaya untuk membuat Rani tersenyum. Menurut Gibran, senyum adalah lengkung yang bisa meluruskan segalanya. Selain Maxime, adapula karakter Arkan, diperankan Kenny Austin, pacar Rani yang cool dan pemain basket andalan sekolahnya.

"Yang pasti, kalau sudah merasa dibully, harus berani bicara agar memutus mata rantai bullying tersebut," tandasnya.

'Serendipity' mengisahkan tentang Rani yang harus menelan kenyataan pahit hidupnya tak seindah remaja lain. Ia telah kehilangan sang ayah dan tinggal bersama ibunya. Namun, diketahui kemudian, sang ibu ternyata memiliki hubungan khusus dengan ayah Arkan, Salim (Gunawan).

Menurut Kenny, ia tidak merasa kesulitan ketika harus memerankan tokoh Arkan yang dingin dan pendiam. Namun, ia menolak jika dirinya adalah Arkan.

"Saya ga sedingin itu, cuma karakter, aslinya ya ga," jelasnya sembari tertawa. (M-1)

BERITA REKOMENDASI