Public Lecture JAFF : Melihat Tantangan Film di Era Disrupsi

YOGYA,KRJOGJA.com – Mengangkat tema Disrupsi, Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) gelar public lecture pertama bertema 'Dismantling the Challenges for Asian Film in Distruption Era', Rabu (28/11/2018).

Bertempat di Pendopo Ajiyasa Jogja National Museum, public lecture  ini diisi oleh empat pembicara dari berbagai bidang diantaranya presiden JAFF, staf sensor film Indonesia, social enterpreneur, dan programmer Cannes Festival. Public lecture kali ini membawa audiens pada pembahasan mengenai tantangan perfilman di era disrupsi atau guncangan. 

Presiden JAFF, Budi Irawanto menjelaskan bahwa di era distrupsi, perfilman sudah bukan merupakan hal yang inklusif. Dengan kemajuan teknologi, semua orang dapat membuat film di berbagai platform digital.  Untuk menangani hal tersebut, Dimas Oky selaku pemberdaya generasi muda menyarankan, “sebagai kaum milenial kita harus punya skil untuk mengantisipasi era disrupsi dan perkembangan arus informasi yang serba cepat. Jadi para milenial harus lebih kreatif seperti membuat konten-konten singkat di instagram,” tutur Dimas. 

Senada dengan Dimas, Budi memaparkan bahwa perkembangan teknologi saat ini dapat dimanfaatkan sineas dengan membuat karya-karya yang diluncurkan di media digital. 

Era disrupsi memudahkan semua orang untuk belajar apapun tidak terkecuali perfilman. Di titik ini timbul sebuah pertanyaan apakah layar lebar masih akan diminati di masa depan apabila semua orang dapat menonton melalui telepon genggam. (Aulia H./KR Academy)

BERITA REKOMENDASI