Realita Milenial Tersaji dalam Film Pendek

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – LA Indie Movie bersama Jogja Netpac Asian Film Festival (JAFF) tahun ini kembali menghelat Gala Premier tiga film pendek di Empire XXI, Jumat (22/11/2019) sore. Ada tiga film yang diputar pada kesempatan ini yakni Nasintel, Konspirasi Gaib serta Instalie.

Perwakilan dari LAzone, Novrizal mengungkapkan LA Indie Movie merupakan wadah bagi sineas muda Indonesia untuk berkarya dan berkreasi. Program ini telah digulirkan sejak 2007.

"Kami komitmen untuk mendorong para generasi muda yang punya passion diperfilman, khususnya film pendek untuk selalu mengasah kemampuan bakatnya,” jelasnya.

Festival Director dalam JAFF 2019, Ifa Isfansyah menambahkan kali ini adalah gelaran JAFF ke-14 yang telah melewati pasang-surut. Kegiatan ini mengusung tema ‘Revival’ dan terpusat di Empire XXI.

"Ini bentuk apresiasi kami atas sejumlah film independen yang semakin berkualitas yang layak dan harus dipresentasikan di ruang yang secara teknis memadai. Sejumlah evaluasi dan perubahan selalu kami lakukan," ungkapnya.

Mengenai film yang diputar dalam Gala Premier, Instalie ini menurutnya sangat perspektif anak muda. Angle cerita yang disodorkan juga sesuai dengan kehidupan sehari-hari seorang anak muda yang berstatus selebgram.

"Selalu menarik bekerjasama dengan sineas-sineas muda. Ada warna baru yang dihadirkan dan membuat pemikiran menjadi segar,” kata  Ifa Isfansyah.

Instalie merupakan film yang diproduseri Ifa Isfansyah dan dibesut sutradara Lutfi Zulfika menceritakan sepasang remaja bernama Laras dan Haikal yang tengah dibuai cinta. Laras adalah seorang selebgram yang tengah mencari jati diri sedangkan Haikal merupakan sosok pria sangat setia.

Hubungan keduanya pun diuji saat Laras dan Haikal menghadiri sebuah private party seorang YouTuber. Atas apa yang dialami di dunia maya akhirnya Laras meninggalkan dunia selebgram dan menjadi orang biasa yang tak mencari popularitas.

Film berjudul Nasintel besutan sutradara Vince Lee yang diproduseri oleh Adhyatmika. Menceritakan dua agen rahasia yakni Sara dan Wicak ditugaskan untuk mengintai sebuah gudang yang diduga milik jaringan pengedar narkoba kelas kakap.

Untuk memuluskan misi, keduanya menyamar sebagai penjual nasi goreng keliling. Pagi hingga malam Sara dan Wicak tak henti-hentinya menggali informasi dari target.

Berkat kegigihan misi yang dijalani, Sara dan Wicak pun berhasil membongkar kedok gudang yang menyimpan ratusan karung ganja siap edar. Film pendek ini dibumbui adegan-adegan lucu dan menggelitik ala anak muda.

Sedangkan Konspirasi Gaib menceritakan persahabatan dua makhluk halus bernama Cong dan Wowo. Film besutan Alfi yang diproduseri Ismail Basbeth ini bertutur tentang ekaistenai  Cong dan Wowo mulai meredup tergeserkan oeh gadget sehingga mereka tidak ditakuti lagi.

Hal ini terjadi lantaran Youtube telah menjelma jadi idola baru sehingga pada satu malam Cong dan Wowo mendatangi rumah Budi, remaja yang keranjingan YouTube. Misi kedua mahluk gaib ini pun simpel yakni ingin jadi viral dan kembali ditakuti masyarakat. (*)

BERITA REKOMENDASI