Riki Rhino Ajak Anak untuk Peduli Hewan Langka

YOGYA, KRJOGJA.com – Cula menjadi salah satu aset penting bagi badak, tak hanya sebagai alat untuk mempertahankan diri melainkan juga kebanggaan bagi mereka. Itulah mengapa Riki, seekor badak sumatera, begitu sedih dan terpuruk ketika ia kehilangan cula kesayangannya karena diambil oleh pemburu liar bernama Mr Jak.

Berbagai cara telah dilakukan Beni, seekor bebek yang juga merupakan sahabat Riki untuk membuatnya kembali bersemangat. Pada akhirnya mereka pun memutuskan untuk memulai sebuah petualangan untuk mencari cula yang hilang tersebut.

Dalam perjalanan, Riki dan Beni bertemu dengan berbagai hewan langka lainnya, seperti harimau, gajah, dan penyu yang mereka selamatkan dari jeratan tangan-tangan jahat manusia. Sebagai balasan dan tanda terima kasih, pada setiap perpisahan mereka diberi sesuatu yang membuat Riki dapat berubah dan memiliki kekuatan dari hewan-hewan tersebut.

Di lain pihak, para pemburu liar yang dipimpin oleh Mr. Jak mulai beraksi dan semakin membuat resah para hewan. Akankah Riki berhasil mendapatkan culanya kembali dan menyelamatkan hutan serta hewan dari ancaman perburuan liar?

Film animasi Riki Rhino garapan studio Batavia Pictures ini mencoba untuk mengangkat kekayaan flora dan fauna di Indonesia dengan memperlihatkan sisi lain akan bahayanya perburuan liar yang dilakukan oleh manusia.

Jony Yuwono, sang penulis naskah, mengatakan bahwa tujuan awal dirinya menciptakan karakter Riki ini adalah karena badak merupakan ikon konservasi yang tidak akan lekang oleh zaman, dan supaya anak-cucu di masa depan nanti masih dapat mengerti tentang badak Indonesia. “Melalui film ini saya bermimpi sebagai stake holder untuk mulai sadar akan pentingnya konservasi alam secara total, termasuk berharap Taman Nasional di Indonesia mulai mendapat perhatian,” ujar Jony dalam rilis resmi.

Sectionov dari International Rhino Foundation bersama dengan koleganya, Drs Widodo S. Ramono MM., Ketua Yayasan Badak Indonesia (YABI) mengatakan bahwa rakyat Indonesia harus meningkatkan kepedulian terhadap dua spesies badak, yakni badak sumatera dan badak jawa.

“Indonesia sebagai rumah terakhir bagi meraka saat ini dan kita tidak ingin anak-cucu nanti hanya melihat spesies ini dari gambar saja seperti dinosaurus. Jadi mari kita selamatkan badak di Indoesia,” tambah Sectionov.

Serangkaian program kampanye konservasi badak sumatera melalui karakter Riki the Rhino pun telah dilakukan secara serentak, yakni seperti keikutsertaan para pelari di event Jakarta Marathon dengan menggunakan kostum badak sumatera yang kemudian dilanjutkan dengan peluncuran perdana teaser animasi Riki Rhino.

Melalui cerita yang segar, menghibur, dan ringan, anak-anak diajak untuk melestarikan alam dan satwa-satwa liar di Indonesia yang terancam punah.

Film animasi yang telah dipersiapkan sejak lima tahun lalu ini merupakan karya sutradara Erwin Budiono dan penulis naskah Cassandra Massardi dan Jony Yuwono. Para pengisi suara di antaranya Hamish Daud Wyllie, Ge Pamungkas, Zack Lee, Mo Sidik, Raden Mas Cemen, Aurel Hermansyah, Arsy Hermansyah, Mikaela Lee, dan M Ridwan Kamil.

Film Riki Rhino siap menyeruduk bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 27 Februari 2020.

(Adhisti Eka Putri)

BERITA TERKAIT