Riley Gale Vokalis Power Trip Berpulang

Editor: Ivan Aditya

USAI memberi salam hormat ke penonton tanda pentas rampung, tiba tiba Riley Gale melompat turun panggung, mendekati penonton. Aksi vokalis Power Trip –band thrash yang malam itu menutup JogjaRockarta 3 di Stadion Kridosono Yogya, 3 November 2019 membuat sekuriti was-was. Namun Riley santai menyalami penonton di bibir panggung.

Ia juga melayani foto bersama, pun memenuhi permintaan tanda tangan. Tak ada ketakutan berada dekat ribuan penggemar yang histeris.  Dirinya tidak merasa bintang musik cadas yang sedang naik daun dan dielu-elukan publik musik dunia. Riley adalah Riley, yang semanak dan bersahabat.

Sekitar 15 menit Riley berinteraksi dengan penonton. Pemandangan tersebut mengejutkan. Jarang terjadi, musisi kondang mau menyapa duluan penonton. Maka aksi Riley tersebut mengalirkan pujian.

“Menyenangkan. Dia tahu bagaimana membuat gembira penggemarnya. Salut,” komentar Yanti Nurhandayani (40), ibu dua anak, penonton setia JogjaRockarta.

Sehari sebelumnya, saat jumpa media, Riley satu-satunya musisi yang entengan. Semua permintaan foto dan wawancara dipenuhi. Realitas tak terbantahkan: Riley musisi bersahabat dan baik hati.

Kenangan itu terkuar saat berita Riley Gale meninggal dunia beredar. Riley meninggal di usia 34 tahun, pada 24 Agustus 2020.  Banyak yang kehilangan. Tidak hanya penggemar, para musisi senior dan lebih dulu kondang, juga berduka.

Vokalis Anthrax Joey Belladonna lewat Twitter-nya (26/08/2020) menulis: “Sedih mendengar kabar Riley Gale meninggal.”  Charlie Benante, drumer Anthrax, turut kehilangan: “Benar-benar shok mendengar ini. RIP Riley.” Pun Robb Flynn, vokalis/gitaris Machine Head: “Sangat sedih mendengar kabar kematian vokalis Power Trip: Riley. Melihat mereka membuka (pentas) Cannibal Corpse, dan mereka sangat mengesankan. Kirim energi positif buat anggota band dan keluarganya.”

Realitas tersebut menegaskan, Riley musisi yang dicintai banyak orang. Kepergiannya yang mendadak mencuatkan duka di kancah musik cadas.

Kesahajaan Riley diakui personel Power Trip. Dalam statusnya, Power Trip menyebut Riley rendah hati, tidak sombong, dan senang berteman. “Dia memperlakukan tiap orang yang dia temui sebagai teman, dan dia selalu menjaga pertemanannya,” tulis Power Trip di facebook.

Riley orang baru di kancah musik. Mulai bermusik tahun 2008. Bersama Power Trip merilis dua album: ‘Manifest Decination’ (2013), dan ‘Nightmare Logic’ (2017). Riley jadi pembicaraan saat Power Trip disebut-sebut sebagai band thrash metal terbaik tahun 2017. Latar belakang itulah yang membuat JogjaRockarta mengundang band asal Texas Amerika Serikat ini. Bakkar Wibowo, Co-Founder sekaligus Project Director JogjaRockarta International Rock Music Festival, saat itu berkeinginan penonton JogjaRockarta bisa melihat langsung aksi band yang albumnya: ‘Nightmare Logic’ (2017) dinobatkan sebagai salah satu album thrash metal terbaik di dunia.

Dalam obrolan dengan KRJOGJA.com beberapa  bulan lalu, Riley mengaku sangat menikmati Kota Yogya, yang disebutnya beautiful. “Saya suka. Tempat yang menyenangkan. Indah,” kata Riley yang juga dikenal plastis, apa adanya.

Ketika ditanya tentang Gary Cherone, vokalis Extreme yang sepanggung dengan Power Trip di JogjaRockarta, Riley menjawab jujur. “I don’t know too much about Extreme. Hanya tahu beberapa lagu saja. Bapakku penggemar Extreme. Suprise, aku bisa sepanggung dengan mereka,” jawab Riley.

Berpulangnya Riley menambah daftar musisi yang meninggal di usia muda saat berjaya. Di antaranya Jimi Hendrix (27 tahun), Janis Joplin (27), Kurt Cobain (27), Ingo Schwichtenberg (29),  Randy Rhoads (25). (Lat)

BERITA REKOMENDASI