Rumah Bidadari Pengalaman Baru Lavicky Nicholas Bermain Sinetron Religi

Editor: Ivan Aditya

JAKARTA, KRJOGJA.com – Bermain dalam sinetron religi merupakan pengalaman baru bagi Lavicky Nicholas. Walau sama-sama berakting, namun menurut Lavicky Nicholas pesan moral keagamaan dari sebuah sinetron religi sangat kental dirasakannya. Tak hanya saat beradegan saja, namun juga pembawaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam Sinetron ‘Rumah Bidadari’ yang tayang di SCTV setiap hari jelang Subuh, Lavicky Nicholas berperan sebagai Rafatar. Sinetron yang disutradarai aktor gaek Deddy Mizwar ini menceritakan perjuangan cinta Rafatar untuk menaklukkan hati Salwa (Adinda Azani).

Sebagai seorang yang alim dan tinggal di kos Rumah Bidadari, Salwa sangat menjunjung tinggi ajaran Islam. Hal itu bertolak belakang dengan perangai Rafatar yang jauh dari agama. Namun cintanya kepada Salwa membuat Rafatar berubah dan berkeinginan belajar agama dengan mengaji dan shalat.

“Untuk sinetron religi baru pertama kali ini. Dibilang sulit tidak, tapi dikata mudah juga tidak,” kata Lavicky Nicholas dalam wawancara eksklusif Sinetron Rumah Bidadari yang digelar secara virtual, Rabu (28/04/2021).

Menurut pria 26 tahun ini ada batasan-batasan yang harus dilakukan saat bermain di sinetron religi. Batasan tersebut terutama soal adegan ketika bersama lawan jenis, dimana agama Islam juga diatur perihal hukum dalam pergaulan bagi muhrim ataupun bukan muhrim.

“Lebih ke arah tiap adegan, bagaimana kita tidak boleh kepada cewek. Tidak mungkin saat adegan kita pegang tangan, apalagi main sosor aja. Jadi ada beberapa hal yang sedikit direm untuk melakukan adegan tersebut,” tambahnya.

Lavicky Nicholas mengungkapkan jalan cerita Sinetron Rumah Bidadari saat ini sedang berkutat pada kegundahan hati Rafatar untuk meraih cinta Salwa. Bagian inilah menurutnya terdapat banyak romantisme yang dibumbui kelucuan namun sarat akan pesan-pesan agama.

Lain kisah dengan Adinda Azani. Hingga saat ini ia mengaku masih bingung dengan kata hati seorang Salwa. Sosok tersebut akan menerima cinta Rafatar atau tidak, itu masih menjadi tanda tanya besar baginya.

“Ini masih tahap awal yang nantinya akan mengubah Rafatar. Bahkan aku sendiri sebagai pemeran Salwa bingung, kaya suka tapi flat aja. Cuma mau ngebawa Rafatar ke arah yang benar, tanpa diketahui suka atau tidak,” kata perempaun cantik asli Bogor ini sedikit memberikan bocoran.

Namun demikian, walau karakter Salwa itu unik tetapi Adinda Azani mengaku tak kesulitan untuk memerankan tokoh itu. Apalagi dibawah bimbingan Deddy Mizwar, suasana di lokasi syuting sangat cair dan penuh rasa kekeluargaan.

“Karena kita ada skenario, kita tinggal mengikuti saja. Jadi dibilang susah enggah sih, namun tetap harus menjaga karakter Sahwa itu seperti apa,” kata bintang muda yang memulai karirnya sebagai gadis sampul tersebut. (Van)

BERITA REKOMENDASI