Setelah 7 Tahun ‘Disembunyikan’, Film SAIA Tayang Perdana di Jogja

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA (KRjogja.com) – Meski telah dibuat sejak tahun 2009, film SAIA karya Djenar Maesa Ayu tidak bisa dinikmati secara bebas. Untuk pertama kalinya melalui event 11th Jogja-Netpac Asian Film Festival Islandscape bertempat di Taman Budaya Yogyakarta film ini ditayangkan didepan publik, Rabu (30/11/2016).

"Saya bisa melihat antusiasme di sini. Kenapa baru ditayangkan sekarang, karena saya malas untuk diintograsi apakah ini pornografi atau tidak," kata Djenar dalam sesi Focus on Djenar Maesa Ayu 2.

Film SAIA  terdiri dari dua pemaknaan kata yakni: saya dan ia.  Tujuannya agar film ini dapat dilihat dari dua perspektif, dengan latar hanya di dua tempat dan cukup dibintangi dua pemain. "Sebenarnya banyak pemain wanita  yang didekati, tapi cuma gue yang mau main," terang Djenar.

Secara singkat, film SAIA menceritakan bagaimana pemuasan kebutuhan seksual itu dilakukan dengan kekerasan. Film ini dibuat tanpa dialog yang memang menekankan bagaimana tubuh dijadikan medium bercerita.

Melalui SAIA,  Djenar menyelipkan pesan kepada khalayak luas. "Orang di luar sana bisa menjadi bagian dari kekerasan  jika mereka hanya menghakimi, menonton, dan tidak bisa melakukan apa-apa," ujar Djenar yang memang menaruh perhatian khusus terhadap isu perempuan. (mg-22)

BERITA REKOMENDASI