Sultan Agung Jadi Inspirasi, Pemerintah Bisa Subsidi Sineas Buat Film Nasionalisme

SLEMAN, KRJOGJA.com – Film karya sutradara Hanung Bramantyo, Sultan Agung Tahta Perjuangan Cinta dinilai sukses membangkitkan gairah film kolosal sejarah bernada nasionalisme masyarakat. Tak heran mencuat kembali pandangan agar pemerintah memberikan perhatian pada para sineas Indonesia memproduksi film berkualitas pengokoh nasionalisme. 

Anggota Komisi 1 DPR RI, Sukamta mengatakan pihaknya sebenarnya sudah sejak 2014 lalu meminta pemerintah memfasilitasi para sineas tanah air yang ingin memproduksi karya budaya penguat nasionalisme salah satunya film. Menurut dia, pemerintah sangat mungkin memberikan fasilitas pada anak bangsa yang punya keinginan untuk membangun nasionalisme dengan cara menarik. 

“Sangat mungkin negara memberikan subsidi pada para sineas, bisa lewat fasilitasi studio, pembelian tiket dan lain sebagainya. Logikanya anggaran untuk gerak jalan dan senam poco-poco bisa, mengapa buat film bagus dan nasionalisme tidak bisa,” ungkap Sukamta usai nonton bareng Sultan Agung di CGV Transmart Maguwoharjo Minggu (2/8/2018). 

Diakui Sukamta, media film merupakan salah satu daya tarik bagi orang untuk mau menyelami lebih dalam sejarah bangsa dan nasionalisme NKRI. Tayangan televisi yang hadir saat ini pun menurut wakil rakyat dapil Yogyakarta ini jarang mengangkat kebudayaan dan nasionalisme. 

“Film ini kolosal masa dahulu tapi tetap dibuat cocok untuk masa saat ini. Inilah mengapa kita harus menonton film Sultan Agung. Ternyata kita bisa seperti produsen film lain misalnya di Hollywood dan Bollywood yang sejak dahulu mengangkat nasionalisme mereka. Tema kita sangat kaya tapi jarang dieksplorasi,” tandasnya. 

Di sisi lain, Sukamta memuji keseriusan Hanung Bramantyo menggarap film Sultan Agung kali ini. Meski menceritakan masa yang sangat jauh dari kondisi saat ini namun cerita yang dimulai dari riset-riset dan forum sejarawan ini dinilai mampu membawa sosok Sultan Agung Hanyokrokusumo sebagai tokoh menarik dan mencerminkan pahlwan nasional tetap dengan tidak meninggalkan karakter kefilman. 

“Sultan Agung juga dalam film ini diperlihatkan bahwa ini raja nusantara yang hampir sama seperti kejayaan Majapahit dan Sriwijaya di Palembang. Saya kira ini perlu dipahami anak muda khususnya agar apa yang dilakukan bisa menjadi tauladan,” pungkasnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI