Tengkorak, Film Fiksi Karya SV UGM Dilepas ke Bioskop

BANTUL, KRJOGJA.com – Film bergenre fiksi ilmiah karya anak-anak Sekolah Vokasi (SV) UGM berjudul “Tengkorak” bakal tayang di bioskop nasional pertengahan Oktober 2018. Film yang dibuat selama empat tahun ini akhirnya rampung setelah menggunakan teknologi visual effect yang diklaim tak kalah dari film Hollywood. 

Sutradara Yusron Fuadi meyakini film yang berawal dari idealismenya tersebut bisa diterima pecinta film tanah air. Pasalnya, film bergenre science fiction belum banyak dibuat sebelumnya di Indonesia.  

“Saya jamin suguhan Film ini belum pernah anda temukan sebelumnya di film –film Indonesia lainnya. Tidak ada produser besar di belakang kami, tidak ada aktor terkenal namun kami yakin tak kalah dengan film bagus lainnya,” ungkap Yusron Rabu (5/9/2018).  

Film yang diklaim menelan biaya tak lebih dari Rp 500 juta ini berusaha menunjukkan potensi luar biasa anak-anak bangsa. “Teknologi visual effect sebenarnya biayanya cukup besar apalagi melibatkan banyak pemain dan figuran namun kita bsia menekan biaya dan akhirnya jadi juga film ini,” sambungnya.  

Eksekutif Produser Wikan Sakarinto menambahkan proses pembuatan film ini berawal dari ide dan gagsan Yusron yang menyodorkan sebuah konsep film. Namun menurut dia tantangan besar untuk menghadarikan visual effect yang bisa setara dengan film-film dari Amerika.  

“Kita terpaksa membeli komputer khusus untuk teknologi visual effect ini dan animator bekerja dari nol untuk belajar dan bisa berhasil. Kami bersyukur kemampuan tim yang mayoritas adalah dosen dan mahasiswa SV UGM,” ungkapnya lagi.  

Film Tengkorak sendiri mengisahkan tentang temuan tengkorak raksasa yang menggeparkan seluruh masyarakat dunia. Tengkorak yang ditemukan di bukit sepanjang dua kilometer ini mengakibatkan banyak pihak ingin mengungkap keberadaan asal usul tengkorak yang dianggap mampu mengubah sejarah dunia. Namun hingga puluhan tahun misteri tengkorak tersebut belum terpecahkan. 

18 tahun berselang sejak ditemukan tengkorak itu, seorang mahasiswi yang bernama Eka yang diperankan oleh Eka Nusa Pertiwi, mendapatkan petunjuk awal asal keberadaan tengkorak raksasa tersebut. Eka pun akhirnya menjadi buruan banyak orang dengan kepentingan masing-masing hingga ia selalu dikejar kemanapun ia pergi. Bahkan ia menjadi target untuk dibunuh. Kendati begitu, Eka selalu mendapat pengawasan dan perlindungan dari sekelompok orang yang ingin menjaga data rahasia tersebut tidak jatuh kepada pihak yang tidak bertanggungjawab. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI