Aku Sing Mundur” Video Terbaru OmWawes yang Libatkan Difabel

Menurut Dhyen, teman-teman difabel mereka ini selalu semangat saat hadir menyaksikan pertunjukan OmWawes, dengan selalu ditemani orang tuanya, mereka selalu berada di barisan depan dan bergabung berjoget bersama penonton lainnya. “Dari sinilah kami coba mengapresiasi mereka,” ujarnya.

 

“Aku Sing Mundur” ditulis oleh pemain ketipung OmWawes Louis David, di bait liriknya berbunyi “Sadaro kabeh, menungso ora sempurno, (sadarlah semua, bahwa manusia tidak ada yang sempurna). “Lewat lirik ini kami ingin menunjukan bahwa teman-teman difabel dan lainnya berhak mencintai dan dicintai, sebagaimana orang-orang biasa lainnya,” kata Louis.

Sementara lagunya sendiri bercerita tentang seseorang yang kerap disepelekan, disia-siakan dan dipandang sebelah mata dalam sebuah hubungan asmara. Meski sudah selalu berusaha maksimal, namun pasangannya selalu meminta hal yang lebih dalam hal apa pun. OmWawes memang identik dan konsisten membuat lagu dalam bahasa Jawa. Mereka bukan hanya sudah merilis album, namun juga membuat sebuah buku berjudul “Babat Alas Dangdut Anyra” yang berisi fenomena dangdut yang ada di Yogya. Buku ini merupakan inisiatif OmWawes untuk mencatatkan proses perjuangan dari awal berkarir di tahun 2012 hingga sekarang. OmWawes juga diklaim sebagai grup band dangdut pertama di Yogyakarta yang menginisiasi pembuatan sebuah buku yang berisi perjalanan karier dan fenomena musik dangdut. (*)

BERITA REKOMENDASI