Album Baru “Melbi” Sindir Produk NKKBS Orde Baru

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Grup band asal Yogyakarta Melancholic Bitch atau yang akrab disebut Melbi kembali meramaikan jagat musik Indonesia setelah vakum hampir enam tahun lamanya. Kali ini, grup yang digawangi Ugoran Prasad, Yossy Herman Susilo, Yennu Ariendra dan Richardus Arditya menelurkan album baru bertajuk "Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera" (NKKBS) Bagian Pertama.

Untuk menandai comeback yang tak ingin disebut comeback ini, Melbi bakal menggelar konser di PKKH UGM, Sabtu (9/9/2017) malam. Beberapa pemusik pun dilibatkan untuk 'menemani' Melbi dalam konsernya kali ini seperti Nadya Hatta, Danish Wisnu Nugraha (Dacong) dan Uya Cipriano. 

Ugoran Prasad sendiri sempat mengungkap ide mencetuskan tema NKKBS sebenarnya muncul dari kisah masa lalu di era Orde Baru yang menyisakan banyak ketidakpuasan. "Kami ingin mengenali hari ini dengan mengunjungi sejarah di masa Orde Baru yang salah satunya mengenalkan program NKKBS. Kala itu NKKBS ini jadi andalan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi sekaligus memasukkan ideologi politik Orde Baru," ungkapnya.

Salah satu single NKKBS Bagian Pertama berjudul Bioskop, Pisau Lipat memang sudah dikeluarkan melalui akun YouTube Melancholic Bitch dan mendapat respon cukup menarik dari pecinta musik tanah air. Kedalaman lirik yang selalu jadi ciri khas Melbi pun terdengar jelas dalam single tersebut, seolah menyiratkan band "Balada Joni dan Susi" ini tak kehilangan kekritisan menangkap situasi. 

"Kami ingin menyiratkan pengalaman saat masa Orde Baru di mana kala itu kita diajak untuk menonton film Pemberontakan G30S/PKI dan bagaimana film itu membangun konstruksi tertentu tentang “perempuan liar” dan “pisau lipat”. Pengalaman digelandang ke bioskop jam 9 malam, sebagaimana tersebut dalam lagu ini adalah bagian dari memori kolektif generasi Indonesia yang tumbuh pada 1980an," ungkapnya lagi. 

Di konser di PKKH UGM nanti, Melbi juga bakal membawakan lagu lain yang menjadi andalan di album NKKBS Bagian Pertama seperti “Dapur, NKK/BKK”, yang merujuk pada sejarah Normalisasi Kehidupan Kampus pada 1980an juga lagu “Selat, Malaka” yang berkisah tentang sepenggal cerita dari kehidupan tokoh Tan Malaka. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI