Anti Studio, BIP Garap Rekaman di Yogya

AJAIB. Demikian simpulan mata dan indera perasa lain ketika melihat proses pembuatan lagu dan rekaman kelompok musik pecahan Slank, BIP. Band yang diawaki Bongki (bass), Indra (keyboard), Pay (gitar), Ipang (vokal) ini tak perlu masuk studio menciptakan notasi, line, dan atmosfer. Cukup duduk santai di pinggir kolam lalu berbincang ditemani kopi dan camilan. Sedangkan karakter sound mereka temukan saat track berlangsung. Pemandangan ini terjadi ketika BIP merekam lagu baru berjudul 'Belgi' di sebuah vila bilangan Donoharjo, Sleman sejak Senin pekan lalu.

"Biasanya begitu saja. Bikin lagu langsung rekam saja. Guide, urutan lagu, line bass, instrumen dan lain-lain sudah ada di benak masing-masing lalu disatuin lewat obrolan santai. Sesuai mood dan momenlah," beber Bongki saat ngobrol santai di tengah proses rekaman.

Namun meski musik keluar dari obrolan yang langsung jadi ketika mereka memegang alat musik masing-masing, BIP selalu memikirkan sejauh mana intensitasnya. Bongki mencontohkan lirik lagu. Lirik lagu-lagu BIP di lima album penuh mereka emang tidak pernah menggunakan tingkatan kata yang rumit. Lirik mereka sederhana dan mudah dipahami.

"Yang kami pikirin ketika bikin lagu mendadak yang langsung rekam itu gimana sih nanti liriknya bisa bertahan lama. Salah satu caranya kami pakai bahasa simbol anak-anak nongkrong yang melukiskan sesuatu. Misalnya 'kuncian' yang di anak nongkrong berarti pacar," sambung bassis itu.

Pun dengan 'Belgi' yang jadi lagu baru mereka yang diambil dari akronim Berlagak Gila yang populer di kalangan anak muda kekinian. Akronim yang mulai populer tahun 80-an itu dipadukan dengan pola lirik khas BIP: salto kata laiknya lagu 'Korslet': Sirik tanda tak mampu/Tak mampu jadinya sirik. Sedangkan pemilihan sound pun baru ditemukan saat proses rekaman berlangsung.

"Untuk lagu baru ini mengalir saja. Pas rekaman dan kumpul, 'oh asyiknya ini' atau pas dicoba lagi ngomong, 'wah begini nih enak' ya mengalir begitu. Konsepnya sound seenak kami saja, seperti apa adanya. Seperti line bass ya seperti yang sudah-sudah macam riff gitar. Tapi pola lagunya sudah harus jadi saat mengobrol," sambung Bongki.

'Belgi' rencananya bakal jadi bagian album ke-6 mereka setelah 'Kata Jendral' yang rilis tahun 2016 lalu. Tahun lalu, album itu dibuat dengan dana BIPers yang kangen dengan karya mereka. Untuk album ini mereka merogoh kantung sendiri. Yogyakarta sendiri dipilih sebagai tempat rekaman lantaran jadi tempat pertemuan yang tidak disengaja.

"Lagu sudah banyak kumpul, dari Pay dari Indra, tapi momen kumpul begini yang enggak ada. Kebetulan pas Ipang disuruh main juga di Yogya, jadi sekalan aja deh mulai proses rekaman," jelas musisi yang masuk dalam daftar deretan Bass Heroes Indonesia itu.(Des)

 

BERITA REKOMENDASI