Ati Segoro Ciptakan Kedamaian Pascapilkada

PELAKSANAAN Pilkada di DIY berjalan tertib dan sesuai harapan. Selanjutnya, kedamaian hendaknya selalu terjaga usai coblosan bupati-wakil bupati di Sleman, Gunungkidul dan Kulonprogo. Paslon yang menang tidak ‘umuk’ dan yang kalah digarapkan tidak ‘amuk’. Harapan itu terukir dalam lirik lagu ‘Ati Segara’ ciptaan L. Agus Wahyudi Winarko.

“Lagu berlirik jawa ini memiliki banyak makna. Salah satunya mmbangun suasana damai dan merespons hasil pilkada. Para kandidat yang kalah dan yang menang harus memiliki hati seluas samudera (ati segara). Masyarakat harus tetap menjaga kerukunan dan persaudaraan (paseduluran, pasederekan),” ungkap Livy Laurens yang menyanyikan lagu didampingi Bagus Mazasupa dan Bahrul Fauzie Rosydi, MBA, CSA saat bersilaturahmi dengan Direktur Keuangan PT BP Kedaulatan Rakyat Imam Satriyadi SH, Jumat (11/12).

Livy menjelaskan lagu ini juga mengingatkan prinsip Demokrasi Bahari yang pernah disampaikan oleh Prof. Dr. Mahfud MD (Ketua Parampara Praja non-aktif, Menkopokhukam RI). Demokrasi Bahari menekankan semangat gotong royong, kekeluargaan, kedamaian, tidak menang-menangan.

“Kami ingin mengangkat bahasa jawa melalui lagu dan ingin melestarikannya dengan mengingatkan generasi penerus untuk selalu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari,” tandas Livy. (Tom)

BERITA REKOMENDASI