Awalnya Iseng, OM Wawes Sukses dari Dangdut Berbahasa Jawa

GRUP musik dangdut asal Yogyakarta, Om Wawes, mengawali kariernya dari keisengan menciptakan musik dengan berbahasa Jawa. Tanpa disangka karya-karyanya sukses dan dicintai oleh masyarakat Indonesia, terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Dhyen Ganjar sang vokalis menjelaskan,  merintis karier sejak tahun 2012. Dhyen pun bercerita tentang awal pertamanya menyanyikan lagu Sayang yang kini populer dengan Via Vallen.

Lagu ciptaan Anton Obawa itu ternyata pertama kali dibawakan oleh Om Wawes tanpa unsur rapp yang ditambahkan di bagian tengah lagunya.

"Dulu saya rilis lagu Sayang, yang sekarang tenar tapi awal mula lagu Sayang keluar versi Om Wawes itu enggak ada rappnya, itu original pop dangdut tapi yang meledak justru recycle dangdut yang ada rappnya," kenang Dhyen.

Meski awalnya ingin bertindak sebagai orang di belakang panggung, Dhyen dkk justru malah nyemplung dan berkiprah sebagai penghibur. Kini mereka bahkan sudah memiliki fans loyal yang selalu memenuhi acara yang diisi oleh mereka.

Antusiasme tinggi masyarakat terhadap Om Wawes berbanding lurus dengan hasil uang yang mereka kantongi. Dari semula tak dibayar, kini Om Wawes bisa mengahsilkan puluhan juta rupiah dari sekali manggung.

"Ya mungkin kalau di Jogja belasan (juta), kalau di luar Jogja tergantung jaraklah, belasan sampai puluhan (juta)," paparnya.

Kehadiran Om Wawes cukup berpengaruh dalam skena musik dangdut di Yogyakarta. Jika semula kiblat dangdut berawal di Jawa Timur, kini para pedangdut biasa melihat tren musik dangdut dari Yogyakarta.

"Dan dulu waktu itu Jogja masih kiblatnya dangdut di Jawa Timur dan sekarang udah kebalik, orkes dangdut Jatim lihatnya lagu dangdut di Jogja yang lagi naik apa baru mereka oper. Kiblatnya udah kebalik. Itungannya berkembang," pungkasnya. (*)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI