Bakal Guncang Pandora Hunt 2016

Editor: Ary B Prass

EVENT Pandora Hunt 2016 yang bakal digelar di Jogja Bay Waterpark, 23-25 September  bakal diramaikan musisi-musisi papan atas Indonesia. Para musisi yang bakal meramaikan pameran industri kreatif terbesar se-DIY dan Jawa Tengah ini sengaja dipilih tidak hanya dari nama besar mereka melainkan juga dari banyak karya musik mereka yang kreatif.

"Ada banyak musisi kelas atas yang bakal meramaikan perayaan Pandora Hunt. Antara lain  band folk Payung Teduh, The Finest Tree,  Batiga,Illona, dll. Selain itu musisi-musisi lokal yang tampil di panggung terbuka juga sudah punya nama dan ciri khas yang unik," kata Raditya Sasongko selaku Project Manager Pandora Hunt Indonesia.
Payung Teduh adalah band folk asal Jakarta yang namanya sudah cukup dikenal pecinta musik Indonesia. Album "Dunia Batas" yang dirilis 2012 bahkan mendapat penghargaan kategori Best Alternative Production Work dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI). Dua tahun berselang, tepatnya 2014, lagu-lagu mereka dipilih jadi OST film "Hijabers in Love". Produser sekaligus penata musik Ichwan Persada pun sempat memuji habis karya unit folk yang piawai memadukan unsur jazz dan waltz itu. Karya payung teduh, pujinya, punya makna tersirat, lalu sukses mengaduk emosi para pendengarnya.

Lagu-lagu seperti "Menuju Senja" atau "Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan" berisikan lirik puitis dengan aransemen akustik yang sukses mengantar pendengar ke puncak romantisme. Belum lagi lagu seperti "Kucari Kamu" yang terdengar melankolis namun menyelipkan kesan maskulinitas tinggi. "Lagu-lagu mereka semuanya kreatif dan ketika muncul kali pertama bisa bikin kaget musik Indonesia dengan lirik laiknya puisi-puisi Sapardi," sambung Raditya.

Sedangkan The Finest Tree adalah unit pop rock dari Yogyakarta yang ditemukan gitaris Sheila On7, Eross Chandra. Sejak kemunculannya, duo Cakka dan Elang Nuraga ini memang sering dihakimi sebagai bayangannya Sheila On7. Karakter vokal Cakra dan teknik bernyanyi seperti Duta dengan lirik-lirik puitis laiknya tahun 80-an kerap disamakan. Tapi mereka tak mau ambil pusing dengan segala tuduhan itu dan menjawabnya di atas panggung. 
Jangan lewatkan juga penampilan Batiga Band, unit indie pop Yogya yang digawangi Talcha Sultanik (Drum), Yunan Patra (Keyboard), Luke Ottaviandri (Guitar), Andreas DC (Bass), Riosa Oktaf (Vocal) yang akan tampil bersama Ilona. Salah satu hits maker Yogyakarta ini bakal meramaikan Pandora Hunt dengan lagu-lagu yang sudah sangat familiar seperti "Hey Jomblo" atau "Cinta Diam-Diam". Ketiganya bisa disaksikan hari Sabtu (24/09/2016) malam dan dengan harga tiket cukup terjangkau dengan harga tiket presale Rp 35-40 ribu dan on the spot Rp 50 ribu.

Di luar special show, Pandora Hunt juga akan diramaikan band yang tak kalah berkualitasnya. Sejak hari pertama, keramaian pameran produk pelaku industri kreatif akan bergumul dengan panasnya panggung yang diisi Noda Band, 5 Seconds Rules, CJenky, THDLS, dan tentu saja Jamphe Johnson, band Rock'N Roll yang sudah mendapat pengakuan langsung dari Bimbim Slank. Mereka akan menggoyang panggung terbuka Pandora Hunt Jumat (23/09/2016) malam bersama Helmy, vokalis Jagostu. Di hari penutupan, Minggu (25/09/2016) kemeriahan tidak akan berhenti karena giliran By The Way, Karna Luna, Firedance, Andre Maryen, Regals, dan OM Wawes yang meramaikan Pandora Hunt.

Selain diisi oleh stand-stand dari para pelaku usaha, tiga hari Pandora Hunt 2016 juga akan diramaikan dengan Talkshow interaktif mengenai dunia usaha dalam perspektif gaya hidup kekinian bertema “Kaya ala anak muda" dengan pembicara Nasional seperti Lulut Wahyudi (Director of Kustomfest Indonesia), Daniel Tumiwa (CEO OLX Indonesia), dan Vera Collondum (CEO & Founder Yayasan Cinta Anak Bangsa).
Keduanya bakal memberikan trik dan tips bagaimana mengisi usia muda dengan segala macam kegiatan positif yang menghasilkan karya lalu mampu menunjang ekonomi. Mereka juga bakal menyajikan materi bagaimana anak muda menghadapi realita kontemporer yang penuh persaingan di tengah menyempitnya ruang di Yogyakarta dan dalam putaran waktu yang cepat. Kedua pemateri workshop sendiri sudah merasakan betul bagaimana karya yang mereka temukan diterima lalu menginspirasi banyak anak muda lainnya.

"Pandora bukan sekadar event tiga hari yang setelah selesai lalu sudah gitu saja. Pandora Hunt lebih kepada gerakkan untuk menyadarkan lalu menggerakkan anak muda untuk lebih peduli pada karya kreatif daerah sendiri lalu juga punya motivasi untuk menghasilkan karya. Secara bersamaan dan tanpa disadari gerakan ini akan membuat predikat Yogyakarta, sebagai kota budaaya, akan makin melekat," sambung Director Pandora Hunt Indonesia, Angela Rahardjo.
Pandora Hunt yang tahun ini bertema "From Nothing to Something" mengangkat 85 pelaku industri kreatif, baik seni kerajinan, pakaian, hingga makanan sama seperti "Road To Pandora Hunt". Bedanya, event puncak ini para pelaku industri kreatif dihadirkan lebih banyak dan didominasi anak muda. Stand yang didesain seunik mungkin, ragam makanan, dan produk pelaku industri kreatif dan berkualitasnya musisi yang akan tampil akan benar-benar memanjakan pengunjung selama nongkrong di Pandora Hunt.(*)

BERITA REKOMENDASI