Flobamorata Rilis Stakes on High Minggu Ini

Editor: KRjogja/Gus

HIPHOP memang tak lagi seramai awal kemunculan Iwa K-Melly Manuhutu yang berlanjut ke era Pesta Rap tahun 90-an awal. Tidak juga sebanyak saat segala kontroversi Young Lex menaikkan lagi skena Hip Hop tanah air yang ditandai kembali munculnya rapper lawas hingga yang paling baru. Tapi, para pengusung skena ini persetan dengan momen dan waktu. Mereka konsisten berkarya dan menyuarakan apa yang seharusnya disampaikan dalam lirik lugas dan tegas. Yogyakarta, jadi salah satu sarang musisi Hiphop yang tak kelelahan berkarya.

Salah satunya Flobamorata. Grup Hiphop yang merupakan bagian dari Melanesian ini baru-baru ini tengah merampungkan lagu berjudul "Stakes on High" yang cukup skill full. Rima, beat, dan tonjokkan kata di dalam karya anak-anak Nusa Tenggara Timur (NTT) ini sangat berkualitas. Gilbert, Iron, Ugal Tribel, dan Travis MG bakal melempar lagu bersama video klip yang dibuat bareng Kopi Parti pekan ini. Nama Flobamorata sendiri adalah akronim dari lima kabupaten di NTT, tempat mereka lahir dan dibesarkan:Flores, Sumba, Timor, Alor, dan Lembata.

"Ini adalah proyek kedua kami. Proyek yang pertama tahun 2015 malah klipnya belum dikeluarkan. Karya kami bercerita tentang realita dan kenyataan hidup yang dialami sehari-hari, khususnya di dunia hiphop sendiri. Tiap omongan kudu konsisten dan jangan meninggalkan di mana kita berpijak. Misalnya saja kita di Indonesia, ngapain bawa-bawa Bronx di New York dengan sikap yang sok-sok siap perang sampai mati dan lain-lain. Lagu ini berkisah tentang hal seperti itu," beber Travis ketika ngobrol santai di Antologi.

Flobamorata sebenarnya bukan rapper baru di skena Hiphop tanah air. Travis bahkan sempat membuat proyek bersama Igor Saykoji beberapa waktu lalu. Lewat lagu ini, Flobamorata punya dua misi khusus yang hendak disampaikan ke pendengar musik Hiphop sekaligus masyarakat. Pertama, kualitas lagu mereka membuktikan bahwa Hiphop tidak bisa dibuat secara instan. "Karena kami lihat musik hiphop sekarang instan banget. Modal mic, soundcard, aplikasi, langsung buat lagu. Beda kayak dulu. Kalau saya pribadi, mulai di hiphop sejak 2004 dan saat itu susahnya minta ampun. Hiphop bagi kami harus sampaikan realita yang kami hadapi. Bukan seperti perahu yang dinaiki menuju ketenaran," sambung Travis.

Kedua, menanggalkan streotipe yang dilekatkan terhadap pelajar atau mahasiswa Indonesia Timur di Yogyakarta. Bagi Flobamorata, rekan-rekan di Indonesia Timur yang sering bikin ketidaknyamanan adalah oknum. Sebagian lagi malah sering membuat kegiatan positif. Flobamorata bahkan turut mempromosikan pariwisata dan keramahan warga Yogyakarta saat pengambilan video di Kota Gede bersama Kopi Parti.

"Saat kami bikin acara musik sama warga didukung. Begitu juga video klip kemarin. Anak-anak di Kota Gede bahkan ikut nongkrong sama kami dalam video klip. Selama berkarya, teman-teman musisi Hiphop Yogya sangat mendukung. Pas di Melanesian misalnya, tahun  2014 bikin acara dan didukung Sama DPMB, Hellhouse, dkk. Sangat lancar sekali acaranya.  Mereka respect banget. Kami orang dari Indonesia Timur tidak semuanya kasar. Kalau seandainya ada hal-hal yang membuat kurang berkenan, carilah oknum itu jangan digeneralisir jangan menghakimi atau sikat rata," bebernya. (Des)

BERITA REKOMENDASI