Hujan Tangis di Jikustik Reunian?

SLEMAN, KRJOGJA.com – Bara api perselisihan Pongki, Icha dan tiga personil Jikustik (Dadi, Carlo dan Adit) ternyata masih begitu kentara. Di pertemuan dengan media, Kamis (28/3/2019) sehari sebelum konser Jikustik Reunian, suasana tersebut masih tergambar meski seluruh personil berusaha menutupinya.

Kepergian Pongki yang disusul Icha lebih dari 10 tahun lalu belum lupa dari ingatan mampu mengacak-acak ide dan mimpi Dadi, gitaris yang juga pentolan grup band asli Yogyakarta tersebut. Hal tersebut masih terlihat, bahkan dari gurat wajah ketika Dadi menyaksikan dan mendengarkan Pongki serta Icha berbicara di depan media.

Tidak ada yang berusaha menahan diri di hadapan media, meski terlihat sebenarnya ingin. Pongki yang banyak bicara kali ini dengan terang-terangan ingin memperlihatkan bagaimana kondisi Jikustik yang sebenarnya saat ini, dalam hubungan bersama mantan personilnya.

Pun begitu ketika ia dan Icha saling berbalas bergurau, candaannya pun terkesan tendensius yang bahkan keduanya mengaku kalau press conference terlalu lama dikhawatirkan konser Jumat (29/3/2019) malam di Grand Pasific urung terlaksana.

“Kami memang mau bilang seperti inilah yang sebenarnya terjadi pada Jikustik dengan kami selama paling tidak 10 tahun terakhir. Momen ini adalah rekonsiliasi kami, secara khusus untuk saya memperbaiki hubungan dengan teman-teman,” ungkap Pongki.

Pongki yang kini lebih memilih karier solo pun menyebut bawasanya butuh perjuangan ekstra besar untuk mengumpulkan kembali lima kepala yang berpisah tidak dengan cukup baik saat itu. Pun bahkan ketika ia membuat grup Whatsapp, respon dingin didapatkan dari personil-personil lain saat itu yang butuh waktu lama dicairkan.

“Untuk bisa rekonsiliasi ini, harus ada langkah untuk bertemu dan saya berani mengundang teman-teman ini di satu grup Whatsapp. Saya mengalahkan diri sendiri untuk bisa konek lagi selepas adanya perbedaan di jaman dahulu. Saya berpikir, momen ini alasan tepat untuk saya mengajarkan ke anak-anak saya tentang sebuah makna rekonsiliasi dan menjelaskan mengapa saya tak di Jikustik. Kalau saya lakukan ini, sampaikan ke teman media dan penggemar Jikustik maka pesannya dapat sekali,” sambungnya.

Dadi, juga sempat mengungkap, kekhawatiran dengan berbagai sisi emosional bisa berkumpul kembali dengan sisa cerita yang dianggap belum usai sampai-sampai membuatnya panas tinggi beberapa hari lalu. Rasa yang mungkin lebih dari diputuskan pacar dan ditinggalkan begitu saja tanpa ampun.

“Saya sampai panas tinggi kemarin. Tapi kemudian saya pribadi merasa ini waktu saya untuk menjadi lebih baik dan saya harap teman-teman juga begitu. Ini membuktikan hati saya,” ungkapnya.

Begitu juga Icha, yang secara langsung mengakui ada perselisihan dengan Dadi saat resmi keluar dari band. Ia mengungkap bawasanya kesediaan bereuni akhirnya muncul dari niat memperbaiki hubungan dengan teman lama dan rasa ingin menunjukkan eksistensi pada anak-anaknya.

“Anak saya tidak percaya bapaknya ngeband dulu bersama Jikustik, akhirnya saya bawa ke Yogya dan lihat baliho baru mereka percaya bapaknya main musik. Saya bawa ke Yogya dan itu memotivasi saya untuk memperbaiki hubungan dengan teman-teman di Jikustik,” imbuh pembetot bass ini.

Sementara Carlo yang mewakili personil lawas yang masih bertahan mengakui tak kuasa menahan rasa yang sepertinya cukup lama terpendam. Saat diminta berbicara dan menyampaikan pesan sebelum konser, Carlo pun meminta penonton konser reuni maklum apabila ada hal-hal tak diinginkan saat konser berlangsung nanti.

“Kalau ada yang nangis sampai pingsan nanti, diantara kami ya mohon dimaklumi ya. Karena jujur setelah 10 tahun itu belum pernah kami bermain dengan benar-benar dalam. Ini serius tapi,” ucap Carlo.

Sementara promotor Anas Syahrul Alimi sendiri tak memungkiri ada drama yang terjadi panjang saat proses mengumpulkan kesediaan Jikustik bereuni dengan personil awal. “Ini mengalahkan drama pindahan panggung Dreamtheater dalam satu malam, ini panjang dramannya. Tapi akhirnya bisa juga terkumpul dan semoga lancar,” tandasnya.

Tampaknya, rasa penasaran akan menghinggapi fans Jikustik yang telah mengantongi tiket untuk konser nanti. Akankan dua jam terlewati dengan indah, seperti tema di lagu hits “Akhiri Dengan Indah” atau berakhir dengan hits lain “Maaf”. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI