Jalan Sunyi, Konsistensi Mengagumkan Syarif Hidayatullah

Editor: Ivan Aditya

NAMA Syarif Hidayatullah yang akrab disapa Riff, sudah tidak asing lagi di Indonesia. Musisi yang nyaman berkendara Delta Blues, subgenre blues yang populer sebelum Perang Dunia II ini, konsisten menelurkan album unik dan pantas dikoleksi. Sejak ‘Feel’ yang dirilis 2014 dengan kemasan triplek dan pelepah pisang diikuti album berbahasa Bima tahun 2015, tahun ini gitaris yang juga tergabung dalam Ikhlas Experience itu kembali mengabadikan karyanya lewat album baru berjudul ‘Jalan Sunyi’.

Berisi 10 lagu, ‘Jalan Sunyi’ direkam secara live di Sangkring Art Space lalu dirilis digital oleh Pepadu Badjang Headquarters. Riff mengisahkan niat pembuatan album kala itu awalnya ia utarakan pada bassist experience Putu Sutawijaya. Riff mau pinjam studio Sangkring untuk menggarap album yang langsung direspon positif sosok besar dunia seni rupa Indonesia itu dengan memberi kebebasan semaksimal mungkin.

"Menurut saya ini adalah sebuah pengalaman baru. Pada saat recording yang awalnya rencana jam 6 sore karena hujan deras akhirnya baru bisa terlaksana tengah malam. Cuma makan waktu satu jam tampa di ulang. Jadi 10 lagu itu dinyanyikan langsung tanpa di ulang. Ada beberapa lirik lagu yang memang sudah dibuat dari beberapa puisi yang saya tulis namun ada juga beberapa lagu yang spontan," bebernya.

Di album ini Riff berkolaborasi dengan pembetot contra bass Ignatius Made. Selama rekaman ia juga bekerjasama dengan operator cahyo dengan ruting dibantu Teguh Jos. Sedangkan untuk mixing mastering dibantu Diar Sahudi dan Jaka Prasetya.

"Waktu itu kami mengeditnya di studio Mas Diar lalu saya memotong lagunya. Judulnya diberi judul di studionya Jeron Benteng (JB) Blues bersama Amar dan Risky Farid. Saya senang ini sebuah proses yang santai bertemu teman dan berkarya karena saya memang mau berkarya membuat apa yang saya mau di album solo inni. Nanti karya saya ke mana dan siapa yang dengan itu ada nasibnya sendiri," katanya.

Riff sengaja menamai albumnya dengan ‘Jalan Sunyi’ lantaran dalam kesunyian itu bukan berarti orang tidak melakukan apa-apa. Namun akan banyak yang dilakukan untuk memaknai diri sendiri.

"Saya memainkan delta blues versi saya sendiri dengan menggunakan slide yang saya mainkan secara bebas karena saya mau bebas berkarya kebetulan semua album saya produseri sendiri sesuka dengan kemampuan saya," kata Riff.

Repertoar album sangat menarik. Ia tampaknya tahu betul bagaimana memberi kesempatan pendengar bernapas. Penyusuan bijak yang tentunya tak lahir sesar namun dari pengalaman panjang. Dibuka dengan ‘Aku Ingin’ dilanjutkan ‘Bebas Hambatan’, Delta Blues Riff mulai menjamah groove cepat dalam ‘Everything Gonna Be Alright’.

Ignatius Made juga unjuk kebolehan dalam lagu itu. ‘Jalan Sunyi’ memberi ruang pendengar setidaknya untuk berkontemplasi dalam kanal instrumen yang Riff mainkan. Setelah ‘Kau Utuh di Hatiku’ dan ‘Rumah’ bertempo cepat langsung didinginkan lewat ‘Selamat Jalan’, ‘Tidur’ dan diakhiri manis lewat ‘Transpersonal’. (Des)

BERITA REKOMENDASI