JOGJA RECORD STORE DAY: Lebaran Penikmat Rilisan Fisik

Editor: Ary B Prass

RILISAN fisik sempat ditikam zaman. Bergesernya zaman dari analog ke digital jadi salah satu sebabnya. Di Indonesia, perubahan perilaku dalam mengakses musik ditandai lewat makin suburnya situs bebas unduh lagu di internet. Kebiasaan membeli rilisan fisik ke toko kaset nyaris musnah karena internet memberi tawaran lain.
Makin bergesernya zaman ke digital plus perubahan perilaku berdampak pada gulung tikarnya toko kaset. Sejumlah tempat yang tumbuh bersama skena musik lokal, misalnya distro yang sejak 2000’an jadi tempat titip edar rilisan fisik band lokal juga kena dampaknya.
Namun, ada orang-orang yang bandel. Mereka enggan digiring meski tidak menolak tradisi baru mendengarkan musik. Salah satunya Jogja Record Store Day (JRSD) yang sejak 2013 melakukan ‘perlawanan’ itu lewat banyak event. Untuk ke-8 kalinya, event Jogja Record Store Day yang digelar di sebuah cafe bilangan Nologaten Jumat (11/6/2021) sampai Minggu (13/6/2021) menghadirkan realita bahwa rilisan fisik mampu bertahan dari serangan digital.
“JRSD adalah perayaan internasional tentanh budaya rilisan fisik dan record store independen. Respon terhadap toko kaset yang mulai tersisih sekaligus apresiasi penikmat musik terhadap benda atau koleksi,” kata Indra Menus mewakili tim JRSD.

BERITA REKOMENDASI