JOGJA RECORD STORE DAY: Lebaran Penikmat Rilisan Fisik

Editor: Ary B Prass

Senada Indra Menus, Anggit dari Lokananta mengatakan perayaan JRSD tidak sekadar momen jual beli dari pelapak ke pendengar musik saja. JRSD juga menjaga kultur dan tradisi mendengar musik dari rilisan fisik. “Semacam lebaran. Antarpelapak dan pelapak dengan pengunjung saling tukar informasi koleksi. Lalu mendengar musik via kaset, piringan hitam, atau CD itu sensasinya berbeda dari digital. Suaranya lebih enak yang dari fisik,” katanya.
Ada sekitar 40 pelapak dalam JRSD 2021. Mereka terdiri dari label independen, toko musik, kolektif musik, dan individu dengan koleksi masing-masing. Ada yang memamerkan pemutar musik fisik seperti walkman, vinyl player, dan tape. Ada pula yang memamerkan merchendise band dan pernak-pernik lainnya. Koleksi rilisan fisik yang dipamerkan beragam, dari kaset dan CD band lokal dan luar negeri  yang dijual Rp 35-60 ribu sampai piringan hitam dan koleksi langka yang menembus jutaan rupiah.
“Selain suara, ada sensasi beda juga ketika dengar musik sambil lihat artwork dan isi dalam sampulnya apalagi kalau ada teman yang rilis album fisik, degdegan nama saya ada enggak di thanks to-nya. Momen ini tidak bisa tergantikan dengan digital,” kata Hanni Praweswari, kolektor rilisan fisik yang datang dari Cilacap ditemui di tengah event.(Des)

BERITA REKOMENDASI