Jono Terbakar Rilis Album Spontan Pesantren Kilat

Editor: KRjogja/Gus

MENDADAK. Demikian alasan duo Happy Mental asal Yogyakarta, Jono Terbakar, membuat mini album ke-3 bertajuk "Pesantren Kilat". Tidak ada niat membuat album sebenarnya ketika mereka masuk ke studio. Awalnya hanya ingin merekam lagu saja. Namun saat melihat banyak alat musik menganggur dalam studio, mereka seolah mendapat ilham pencerahaan yang lalu pada saat itu diputuskan untuk menggarap mini album.

"Awalnya memang enggak ada niat rekaman. Pas main ke studio Interest aku lihat ada drum ngganggur. Terus ya sudah aku nge-track saja. Aku enggak tahu bagaimana beat drum-nya tapi aku main dan isi instrumen lainnya. Pas aku dengarkan hasil rekaman ke Terbakar, dia bilang 'sip' lalu bungkus dah jadi mini album," kata Jono lalu terkekeh.

Mini album berisi tiga lagu ini sangat berbeda dari dua mini album: "Sugeng Kunduran" (2013) dan "Ziarah" (2017) dan album penuh "Dunyakhirat" yang rilis 2015 lalu. Di mini album yang juga bisa didengar di laman web jonoterbakar.com, duo yang selalu bikin penonton pecah dalam tiap aksi panggung mereka membuat karya dengan full band

. Meski terbilang kali pertama, lagu-lagu dalam mini album yang sudah bisa diengar di Spotify sama kuatnya dengan komposisi folk di album sebelumnya.

Banyak yang bilang bahwa mereka ini dalah duo komedi karena kerap bikin tiap panggung ramai dan terbahak. Mereka tidak menolak namun ada hal yang sebenarnya tidak banyak diketahui pendengar musik bahwa lagu-lagu mereka ini sangat religius. Di album penuh contohnya, ada lima lagu yang membincang persoalan teologis baik vertikal maupun horisontal.

"Kami tidak berusaha melucu tapi banyak yang bilang lucu. Kami bersyukur untuk itu soalnya kami benar-benar tidak berusaha melucu. Kami adalah duo Yinyang di mana yang satu terpuji yang satu tercela dan kalau didengarkan lagu-lagu kami banyak yang religinya," sambung Jono.

Adapun soal tajuk mini album: Pesantren Kilat, mereka sengaja memilih nama itu dan melemparnya saat bulan Ramadan. "Pesantren Kilat adalah frase yang identik dengan bulan Ramadan. Karena album ini memang ditujukan sebagai rilisan di bulan Ramadan, maka kami memberi mini-album ini judul Pesantren Kilat," kata Jono.

Jono Terbakar adalah duo akustik Yogyakarta yang beranggotakan Nihan Lanisy (Jono)  dan M.N.Hidayat (Terbakar). Selain di laman dan spotify, mini album yang rilis 14 Juni 2017 lalu itu bisa didengar di Youtube, Soundcloud, Deezer, Apple Music, dll. Pesantren Kilat juga dapat di beli di Itunes dan Amazon. (Des)

BERITA REKOMENDASI