Kamalia Harumkan Magelang Melalui Keroncong

MUSIK keroncong seolah sudah mendarah daging pada Kamalia Wahyu Ika Cahyani (22). Berbagai penghargaan itu telah berhasil ia raih melalui musik keroncong. Anak sulung dari dua bersaudara pasangan Sutikno Budi Cahyono (53) dengan Harti Istiyani (51) warga Nabin, Desa Gulon, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang itu, meraih penghargaan tersebut sejak duduk di bangku SD.

Yang menarik, sejumlah penghargaan itu ia dapatkan tidak hanya di bidang olah vokal keroncong tapi juga macapat. Diantaranya juara 2 solo vokal tingkat Kabupaten Magelang tahun 2010 dan 2011. Juara 1 macapat tingkat Kedu di Hotel Pondok Tingal 2010 dan juara 2 Macapat Tingkat Kabupaten Magelang 2011.
Selain itu, lulusan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan pendidikan seni musik 2017 ini, ia juga pernah juara 2 keroncong pekan seni mahasiswa nasional (Peksiminas) di Sulawesi Tenggara 2016 mewakili UNY. Kemudian menjadi juara 3 bintang radio 2015 tingkat DIY sekaligus juara favorit. 

Tahun 2016 meningkat menjadi juara 2 dan juara 1 tahun 2017. Sejak menjadi juara bintang radio 2017, gadis yang bercita-cita menjadi aktris itu diminta mewakili DIY ke Maluku, Agustus 2017 kemarin. Namun disayang, kakak dari Sherly Anggita Dwi Cahyani itu, gagal menjadi juara. “Meski gagal, namun tetap bangga karena bisa maju ke tingkat nasional,” katanya ditemui dirumahnya Sabtu (09/09/2017).

Dikatakan Kamalia yang kini tergabung dalam grup Keroncong Putra Kasih Muntilan dan Puri Rama Borobudur itu, darah seninya berasal dari ayah dan kakek neneknya. Dimana mereka adalah seniman ketoprak. “Terus terang, darah seni saya lebih banyak dari ayah,” katanya yang ingin melanjutkan S2 itu. (Bag)  

BERITA REKOMENDASI