Keren, Sinten Remen Ciptakan Lagu Cuma 20 Menit

ORKES Sinten Remen (OSR) resmi merilis video klip lagu terbarunya “Protokol Kesehatan, Laksanakan!” pada Rabu (02/12/2020) yang disiarkan langsung dari Padepokan Seni Bagong Kussudiardja melalui kanal YouTube Butet Kartaredjasa dan Instagram Orkes Sinten Remen. Acara ini juga menghadirkan penampilan spesial dari Endah Laras khas dengan ukulele nya.

Lagu ini diciptakan oleh salah satu musisi OSR, Kendar Wahyudi (pemain cuk) yang kemudian diperkembangkan dan diaransemen oleh kawan-kawan OSR. Kendar Wahyudi atau biasa dipanggil Yudi mengatakan, menghadapi pandemi tidak hanya kewajiban perseorangan namun juga semua pihak ikut terlibat di dalamnya, semua harus ikut menjaga. “Proses produksinya sendiri tidak lebih dari satu bulan, sedangkan penciptaan lirik hanya sekitar 20 menit,” jelas Yudi.

Butet Kertarajasa menambahkan, lagu ini didedikasikan untuk semua masyarakat. Butet juga menyampaikan keprihatinannya akan tingkat kasus Corona yang melonjak tinggi dan sebagai seniman salah satu cara membantu pemerintah dengan menciptakan sebuah lagu. “Setia pada protokol kesehatan, itu cara sederhana untuk menegaskan komitmen kemanusiaan kita. Patuh pada protokol kesehatan, kita menyelamatkan kehidupan ini,” tuturnya.

Butet terpikir untuk menggagas pembuatan video klip karena merasa pesan dari lagu ini sangat bagus dan menarik, dan OSR sendiri sudah lama tidak membuat video klip. Proses produksi video klipnya juga mendapat dukungan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Video klip melibatkan banyak orang dari bermacam etnis di dalamnya, menggambarkan kemajemukan Indonesia, menggambarkan pluralisme. Kita bersama-sama, semua harus diselesaikan Bersama, tidak hanya sendiri,” katanya.

Orkes Sinten Remen terbentuk tahun 1997, dan sejak saat itu konsisten menghadirkan
musik kreatif yang mencerdaskan, penuh dengan canda tawa namun juga menggambarkan kehidupan bangsa Indonesia. Humor satir yang terbungkus keroncong dengan sentuhan tradisional. Keromantisan keroncong konvensional terasa dalam nada dan irama. OSR selalu membawa keroncong dengan gayanya sendiri, dengan guyon ala Jogja, bernyanyi sekaligus mengkritisi. (*)

BERITA REKOMENDASI