Kolektif Musik Yogya Support Tur Lima Petani

BAND Jazz instrumental asal Bandung, Lima Petani melakoni tur di Yogyakarta sejak pekan lalu. Band yang digawangi Yoga Kusumah (gitar akustik), Yudha (saxophone), Rezki Delian (Perkusi), Frank (gitar), Gerson (Kibor), Hilmi (Flute), Fauzan (Bass), dan Desal (Drum) main di dua tempat. Pertama, mereka mempresentasikan karya jazz di Ruang Gulma Kasongan Selasa (6/6/2017) kemarin dan di Bale Banjar Sangkring Art Space, Rabu (7/6/2017) malam.

"Ini sebenarnya tur Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kami modal nekat saja. Pertama ke Semarang, Solo, lalu terakhir Yogya. Di sini (Yogya) kami banyak mendapat support dari musisi lokal dan kolektif musik. Mereka bikinin panggung juga buat kami," beber Fauzan ketika ngobrol santai Kamis (8/6/2017).

Ruang Gulma, kolektif musik, seni, dan literasi di Kasongan kali pertama memberi mereka panggung dalam acara dadakan bertajuk "Singgah Kelana". Saat main di Ruang Gulma, Lima Petani main bersama para musisi Yogya seperti Teguh Joyo Santiko Project. Pun ketika Sangkring memberi tempat untuk mempresentasikan karya mereka lusa lalu bersama Summerchild Trio. Kedua mini konser itu serba mendadak.

"Memang sih acara yang kemarin itu sangat mendadak. Kami dikasih tahu mau ada 'tamu' dari Bandung main ke Gulma, ya sudah sekalian saja manggung. Sesama musisi lokal memang harus saling dukung satu sama lain," beber Ayu Sarasvati dari Ruang Gulma.

Lima Petani membawakan seluruh lagu dalam mini album mereka yang berjudul "Pelangi". Lagu berjudul "Sawah" yang mencampurkan unsur musik tradisional sunda lewat flute dan suling dengan komposisi jazz banyak mendapat pujian dari banyak teman musisi di Yogyakarta. Ryan salah satunya. "Suara bass-nya enak banget. Komposisinya juga jadi, apalagi suara suling dan flutenya. Keren lah, semoga terus bisa jaya di Bandung dan Indonesia," puji Ryan.(Des)

 

BERITA REKOMENDASI