Konser Pendidikan JSO Pukau Ratusan Penonton

Editor: Ary B Prass

KONSER Pendidikan 2016 yang digelar Jogja Student Orchestra di Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Sabtu (12/11) malam kemarin jadi gebrakkan musik di Yogyakarta. Puluhan pelajar dan mahasiswa se-Yogyakarta yang tergabung dengan JSO menggelar konser tunggal sinematik bertajuk "Cita Cinta dari Jogja" berkonsep orchestra dan disaksikan ratusan penonton bersama pejabat publik. Turut hadir pula Gusti Bendoro Pakualaman dan Anggito Abimanyu di tengah ratusan penonton.

Laiknya "Les Miserables", konser "Cita Cinta dari Jogja" mengisahkan sekelompok pemuda yang berpetualang meraih cita dan cinta selama menempuh pendidikan di Yogyakarta. Sekelompok pemuda tersebut, kisahnya ditampilkan dalam sebuah pagelaran orkestra pop dengan berbagai solo vokal dan grup vokal yang didukung secara visual berupa film pendek.

Cerita dibuka dengan sekelompok anak muda yang punya cita-cita setinggi langit ketika berkuliah di Yogyakarta. Alur cerita film lalu dinyanyikan oleh para pelajar dengan iringan musik orchestra. M.Farhan Maulana, siswa kelas VI SD Sokonandi yang membuka konser dengan "Laskar Pelangi" mendapat tepuk tangan riuh dari penonton ketika sukses merepresentasikan visualisasi film pendek yang terlebih dahulu diputar.

Lalu ada juga band Jazz Yogyakarta, Everyday yang berkolaborasi dengan musik orchestra, DJ muda Yogyakarta yang masih duduk di bangku SMA, DJ Agik juga tak kalah memberikan sentuhan EDM di tengah iringan notasi-notasi klasik orchestra, juga alunan melodi saxophone Prasetyo Dwi yang selalu mengundang decak kagum. Di bagian skema cinta di layar, JSO mengacak-acak emosi penonton ketika membawakan lagu-lagu JKT 48 yang gembira, lalu menuju kegalauan bersama lagu-lagu Sheila On7  dan ditutup "Terlatih Patah Hati" The Rain ke tengah penonton.

"Saya mengikuti mereka (JSO) saat latihan. Saya awalnya enggak yakin, apa benar ini yang main orchestra pelajar dan mahasiswa semua dari Yogya. Pas saya cek ternyata benar mereka anak-anak Yogya semua. Ini tentu sebuah gebrakkan bagi musik Indonesia," kata Anggito Abimanyu ditemui usai konser, Sabtu (12/11/2016) malam kemarin.

Addie MS, musisi sekaligus konduktor Twilite Orchestra, juga tampak keheranan dengan konser berkonsep sinematik yang digelar JSO kemarin. Menurutnya apa yang dilakukan JSO malam kemarin merupakan salah satu konser orchestra sinematik terbaik di Indonesia. Selain memainkan nomor-nomor populer yang cukup musikal, JSO berani membawa para pelajar yang punya kualitas tinggi. "Saya mendukung konser seperti ini dibikin lagi tahun depan. Harus itu," katanya.

Mereka yang tampil memang bukan sembarang pelajar dan mahasiswa. Farhan misalnya, memang sudah sering berkolaborasi dengan musisi-musisi terkenal. Sebut saja berduet dengan Leo Kristi dan Tri Utami di ajang Orchestra Concert ISI dan Light Orchestra di UGM. "Prosesnya asyik sekali di konser pendidikan ini. Kami cuma latihan dua bulan, tapi sudah nyetel satu sama lain. Terharu dan bangga juga tadi pas jadi pembuka penontonnya tepuk tangannya kencang," kata Farhan.(Des)

 

BERITA REKOMENDASI