LastElise Gerilya Promo Album

Editor: KRjogja/Gus

LAST Elise adalah band modern rock Yogyakarta yang penampilannya selalu ditunggu banyak pendengar musik. Aktif di skena musik Yogya sejak 2008, LastElise telah merilis album perdana Beyond Broca’s tahun 2012. Saat gelaran RSD (Record Store Day) 2016 lalu, LastElise merilis mini album / EP “Keping Memorabilia” yang merupakan fragmen dari album penuh mereka yang kedua "Memorabilia" yang sebentar lagi bakal rilis.

Saat ini Uya Cipriano tengah gerilya mempromosikan album baru LastElise itu. Uya, satu-satunya personel yang tersisa dari band yang sempat masuk dalam LA Lights Indiefest 3 tahun 2008, itu menggelar banyak pertunjukkan kecil untuk mempromosikan albumnya. Hanya dengan satu gitar akustik, Uya membawakan lagu-lagu di album baru yang sebentar lagi rilis.

"Konsepnya aku lebih pengen banyak ngobrolnya ketimbang mainnya. Jadi bicara proses, musik, dan saling tukar pengalaman. Syukurnya ada banyak ruang yang kasih aku fasilitas untuk main sekaligus mengobrol panjang soal album ini," kata Uya.

Seperti di Kontrapung edisi 5 lalu, Uya juga lebih banyak mengobrol dengan penonton yang penasaran seperti apa album baru yang bertajuk "Memorabilia" itu. Ada banyak pertanyaan yang dilontarkan penonton. Salah satunya apa yang menyebabkan LasElise harus menunggu selama lima tahun untuk membuat album penuh kedua mereka. Bagi Uya, ada fase panjang di mana dia menikmati dan merasai kesendirian dalam pertapaan mencari materi. Ia menuju hutan, bicara pada diri sendiri agar mendapat pendalaman materi yang tidak main-main.

Ia juga mencoba memaknai pandangan orang lain terhadap lagu-lagunya. Pernah suatu ketika Uya mendapat komentar bahwa lagunya mirip ST 12 atau NOAH, padahal tekstur maupun komposisinya LastElise jauh lebih mengesankan. Namun bagi Uya, mereka yang memberi pandangan itu mengukur baik tidaknya lagu dari dua band yang disebutkan. "Jadi itu hal positif. Kenapa sekarang rilisnya, buat saya ini harus rilis agar saya bisa melangkah ke hal yang lebih jauh lagi. Sudah ada banyak track

yang mengantri," katanya.

Sebagai musisi yang sudah cukup senior, Uya tak kehilangan taji dalam pertunjukkan. Ketika tampil dengan format band, ia selalu menyajikan pertunjukkan gitar yang mengagumkan. Pun saat tampil dengan gitar akustik. Ia mampu mencari gimmick dadakan yang bikin penonton bernyanyi bersama. Di Kontrapung contohnya, tiba-tiba ia menyambungkan dua lagu" "Melankolia Senja" yang bakal jadi single terbaru dengan reff "Will You Come Home for Dinner". (Des)

 

BERITA REKOMENDASI