Lewat Memoar Egha Latoya Padukan Musik, Lukisan dan Buku

YOGYA, KRJOGJA.com – Finalis Putri Citra Indonesia dan Miss Celebrity Indonesia tahun 2011 yang juga eks personil The Fatima, Republik Cinta Management (RCM) Egha De Latoya bersiap melepas album baru bertajuk “Memoar”.

Di album ini, menariknya Egha kembali menunjukkan eksplorasi maksimal memadukan seni lukis, karya tulis dan musik. Egha beberapa tahun terakhir memilih tinggal di Yogyakarta dan berkarya di sini. Pertemuan dengan berbagai seniman lintas disiplin ternyata mampu mendewasakan Egha untuk berkarya secara lebih utuh. 30 November 2019 nanti, Memoar akan diangkat dalam sebuah perhelatan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Album yang akan dipadukan dengan lukisan dan tulisan tersebut merupakan sebuah kumpulan kisah yang paling berkesan bagi Egha.

Hampir dari keseluruhan karya Egha menggambarkan keheningan, suasana magis, dan cinta. Bukan hanya cinta kepada pasangan hidup, tapi lebih pada bagaimana menjalin relasi harmonis kepada alam, ruh, dan Tuhan. “Salah satu tokoh yang menjadi inspirasi suasana itu bagi saya yakni Malaala. Dia merupakan sosok kasat mata dengan segala getir pahit hidupnya mencoba memberikan pesan-pesan untuk menanam benih kebaikan di sekelilingnya kepadaku. Melihat perjalanan musik pop yang banyak digandrungi para generasi muda, Aku berharap agar pesan-pesan semacam itu dapat menjadi muatan positif yang mudah untuk diterima di tengah masyarakat,” ungkap gadis kelahiran 1993 ini pada wartawan Minggu (24/11/2019).

Bukan hanya bermusik, ketertarikan Egha dalam menulis juga mendorongnya untuk menyelesaikan dua buku yakni Pustaka berjudul Surat Terakhir Ellena dan Aku Yang Tak Bernama Di Hatimu. Tahun 2019 ini Egha pun kembali menyelesaikan sebuah buku kumpulan cerita berjudul “Mati di Jogjakarta” (terbitan Media Kita). Hidup di Yogyakarta ternyata membuat Egha menjadi seniman yang seutuhnya, di mana ia juga telah menghasilkan puluhan karya lukis dengan tema-tema serupa.

Album pertama, “Memoar” ini sendiri berisi 8 lagu original yakni Kekasih hatiku Selamanya, Sembunyikan Aku, Harapan Kosong, Percuma Aku di Sini, Malaala, Sepi Sukma, Selamat Tinggal Kekasihku serta Memoar. Album ini pun coba dikemas Egha sebagai momentum untuk memadukan karya lukis dan tulis dalam satu perhelatan yang akan diadakan pada tanggal 30 November 2019 di Concert Hall Taman Budaya. Egha dan tim penyelenggara berharap agar ruang-ruang semacam ini bisa mengakrabkan penikmat konser kepada buku dan karya lukis, juga sebaliknya. (Fxh)
 

BERITA REKOMENDASI