Luncurkan Album Terbaru, God Bless Bangun dari Tidur Panjangnya

JAKARTA (KRjogja.com) – Setelah tujuh tahun absen, kini grup musik rock legendaris Indonesia, God Bless kini menggebrak belantika musik Indonesia dengan meluncurkan album ke tujuhnya dengan tajuk 'Cermin 7'.

Menurut Ahmad Albar, vocalis 'gaek' God Bless  yang berusia 70 tahun itu,  peluncuran album barunya, Cermin 7, secara kebetulan semuanya bernuansa 7. " Bayangkan saja, kita absen tidak mengeluarkan album 7 tahun, usia God Bless 43 yang jika dijumlahnya menjadi 7 tahun pada saat usia saya berkepala 7 (70)," kata Ahmad Albar kepada wartawan di Jakarta, Minggu (18/12/2016).

Selain itu, tambahnya, yang membuat spesial album barunya adalah jumlah CD yang diedarkan ke masyarakat juga sangat terbatas. Jumlahnya tetap bernuansa 7, yaitu sebanyak 777 keping " Jadi album cermin 7, jumlahnya sangat terbatas. Karena memang slabum ini sangat spesial," katanya lagi.

Dengan personil tetapnya seperti Ian Antono, Doni Fattah, Abadi Soesman dan 'pendatang baru' Fajar Satritama, membuat album tetap kental bernuansa God Bless seperti pada era kelahirannya 43 tahun lalu.

Album yang dipersiapkan sejak tiga bulan lalu, memang merupakan daur ulang dari beberapa album sebelumnya. Namun kini digarap secara apik sehingga album cermin 7 tetap menarik untuk disimak dan didengarkan penggemarnya, karena secara kualitas msukialitasnya memang cukup apik.   

Sejumlah lagu seperi Selamat Pagi Indonesia, Anak Adam, Cermin, Muaisi maupun Balada Sejuta Wajah menghiasi album baru ini. Dengan ramuan para musisi senior, seperti Ahmad Albar, Donni Fattah, Ian Antono dan Abadi Soesman tersebut, membuat lagu tersebut tetap enak untuk didengar para pecinta lagu bergenre Rock itu.

Bergabungnya Fajar  yang menjadi drumer di grup band Rock yang berusia hampir setengah abad itu, membuat suntikan 'darah segar'. Dengan teknik pukulan bertenaga, mampu menjaga keseluruhan beat. Bahkan lebih agresif dari versi aslinya. Begitu juga dengan 'anak adam', lagu berirama progresif  yang pada 30 tahun silam pernah menjadi lagu wajib festival rock di berbagai kota di Indonesia, menjadi lebih hidup. Kualitas suara Ahmad Albar yang kini berusia 70 tahun juga tidak mengalami perubahan.  

Meski demikian God Bless dalam album ini tetap menghadirkan karya segar sebagai single, yaitu Damai. Dari judulnya sudah terbaca pesan yang ingin disampaikan kepada publik. Menurut Ahmad Albar, menyampaikan pesan moral melalui karya seni bukanlah hal yang baru. Mulai dari humanisme, cinta dalam pemahaman yang lebih universal hingga ketidak adilan sudah pernah berseliweran sejak album pertama.

"Hanya saja lagu yang liriknya ditulis oleh Teguh Esha terasa sangat kontekstual dengan situasi negeri belakangan ini. Oleh karena itu pemilihan lagu Damai sebagai single sangat tepat," jelas dedengkot God Bless tersebut.

Meski diakuinya peluncuran album Cermin 7 dalam kondisi yang kurang tepat, disaat penjualan lagi secara fisik tidak kunjung bangkit dari keterpurukkan di era digital. Bahkan God Bless merilis album seperti manafikkan kondisi tersebut, dengan mengedarkan dalam format double album, sehingga menjadi semacam perlawanan pada kondisi tersebut.  

"Kami tidak memusingkan hasil penjualannya, yang penting tetap berkarya. Dari dulu sampai sekarang God Bless adalah band panggung bukan rekaman. Sebab kalau pertimbangannya hanya pada penjualan fisik maupun digital, kami tidak akan kunjung rekaman," pungkas Ahmad Albar. (Sim)

 

BERITA REKOMENDASI