Mario Zwinkle: Musik Hip Hop Mampu Atasi Klitih

ISU klitih yang santer terdengar akhir-akhir ini sangat meresahkan masyarakat, terutama orang tua yang mempunyai anak usia remaja. Karena pelaku klitih merupakan anak muda usia 14-19 tahun. Pada umumnya klitih terjadi karena faktor stres dan keresahan yang tidak terkendali sehingga mereka menuangkan dalam aksi tersebut.

Aksi klitih ini juga sempat menjangkiti salah satu penyanyi Hip Hop asal Jogja Arya Givary Hiemsta atau Mario Zwinkle. Rapper muda ini pernah mengalami masa-masa keresahan, over thinking yang menjadi toxic baginya, sehingga sempat menjadi pelaku klitih meskipun aksinya tidak separah seperti saat ini. Ditemui krjogja.com dalam launching album perdananya ‘Soul Plane’ (02/02) di Astuti Gallery and Homestay, Mario banyak bercerita mengenai klitih dan album terbarunya. Menurutnya aksi klitih terjadi karena rata-rata dari mereka mempunyai energi berlebih dan tidak tahu mau berbuat apa.

Kecintaannya terhadap musik Hip Hop mampu mengalihkan segala keresahan dan over thinking yang ia alami selama ini. Album ini seolah menjadi terapi dan hasil pendewasaan bagi seorang Mario. “ Ketika album ini kelar, saya merasa menjadi pribadi yang lebih baik, serasa berkenalan dengan diri sendiri dan bisa menerima kesalahan-kesalahan dengan lebih lega,” ungkapnya.

Rapper 21 tahun yang juga menggeluti dunia Mix Martial Arts (MMA) sangat berterima kasih kepada Hell House dan Hip Hop yang sangat membantu untuk menyalurkan energinya. “Saya merasa bersyukur bisa mengalihkan energy tersebut ke hal-hal yang positif”.

Album “Soul Plane” berisi 11 track yang bercerita tentang rangkuman perjalanan Mario mulai dari kecil hingga sekarang, tentang keluarga, teman dan saudara. Proses penggarapan album memakan waktu hampir satu tahun dan akhirnya selesai dengan baik. (kn)

BERITA REKOMENDASI