Musik Komersial Redupkan Paduan Suara

Editor: KRjogja/Gus

MUSIK komersial yang mulai menguasai dunia masik nasional, membuat musik paduan suara meredup. Perkembangan seni budaya di tanah air, khususnya musik telah bergeser. N Simanunggkalit yang mendapat gelar 'Bapak Paduan Suara Nasional' awal tahun 1963 mendirikan paduan suara Pusat Olah Vokal (POV) bernaung di bawah Direktorat Kesenian Departemen P&K yang waktu itu masih berpusat di Yogyakarta.

"Selain dididik teknik vokal paduan suara, anggota POV juga dibekali dengan pengetahuan dasar musik,"tutur Priyo Dwiarso salah seorang anak didik N Simanungkalit di tempat latihan Paduan Suara Gelora Bahana Patria (GBP), Gedong Kuning Yogyakarta, Sabtu (19/11). Menghadapi meredupnya paduan suara, murid-murid N Simanungkalit kemudian mengadakan pertemuan, bersatu untuk melestarikan gagasan mendiang gurunya.

Murid-murid N Simanungkalit bertemu di Ciasem Kebayoran Baru Jakarta, Rabu (16/11), terdiri dari Paduan Suara POV, GBP dan Tri Ubaya Cakti (TUC). Sebagian ada yang tinggal di Jakarta, sebagian lagi tetap di Yogyakarta. Rombongan dari Yogyakarta 35 orang berangkat Selasa sore (15/11) menggunakan pesawat Sriwijaya Air. Reuni, kangen-kangenan mengasah kembali kemampuan berolah vokal sekaligus membakar semangat untuk tetap melestarikan paduan suara.

Priyo Dwiarso melanjutkan, di awal lahirnya POV, anggotanya ikut mendirikan paduan suara di komunitasnya masing-masing. Mahasiswa, pelajar, intansi, kampung dan lainnya. Tercatat paduan suara yang didirikan anggota POV adalah paduan suara Bahana Patria, Gelora Patria, Kartika Candra Kirana, Eka Sasana Jaya, Kuncup Mekar, Sasana Vokalia, Gita Bangsa dan lain-lainnya. Bahana Patria dan Gelora Patria kemudian melebur menjadi satu bernama Gelora Bahana Patria. Umumnya pengelola dan pelaku seni paduan suara bersifat amatir, semata terdorong oleh kecintaan dan pengabdiannya kepada seni paduan suara. Pembina Gelora Bahana Patria Jenderal (Pur) Tyasno Sudarto berpesan untuk membuat film tentang paduan suara sebagai langkah melestarikan.

Menurut Priyo Dwiarso, Gelora Bahana Patria sampai kini tetap menyatakan sebagai badan perjuangan kebudayaan melalui syiar lagu perjuangan dan cinta tanah air. Semangat ini warisan dari N Simanungkalit yang mampu menumbuhkan gairah berpaduan suara. (War)

 

 

BERITA REKOMENDASI