Musik Tradisi Nusantara Semakin Sepi Peminat

SAAT INI musik tradisi Nusantara semakin sepi peminat. Sejak tahun 1990-an, musik tradisi Nusantara sudah jarang ‘manggung’ diberbagai upacara adat seperti perkawinan, rosulan dan pesta desa atau kegiatan warga lainnya. Keberadaan musik tradisi tergeser oleh musik organ tunggal yang tentu lebih banyak memainkan musik pop.

Karena itu, Edy Utama, budayawan dan seniman Sumatera Barat memandang musik tradisi Nusantara sudah sangat mendesak untuk diberikan penguatan dan upaya memajukannya sebagai bagian dari integral dari kebudayaan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Edy pada kegiatan Pra Kongres Pembentukan Lembaga Manajemen Kolektif Musik Tradisi Nusantara, Jumat (27/8/2021).

Edy sejak awal tahun 1980-an mengaku senang mendengar pertunjukan- pertunjukan musik tradisi di pelosok Minangkabau, seperti saluang dendang, dikie rebana, rebab, indang, gendang tambua, talempong, sijobang, dendang dalam pertunjukan randai dan berbagai jenis musik tradisi lainnya yang hidup dalam masyarakat Minangkabau. Ia bahkan sering memprakarsai sejumlah even seperti alek nagari (pesta rakyat), dan menjadi inisiator dan kurator untuk dua festival musik, yaitu Sawahlunto International Musik Festival-SIMFes (2010- 2016), dan Padang Indian Ocean Music Festival-PIOMFest (2017-sekarang). Namun sejak 2020 terhenti karena pandemi Covid-19).

BERITA REKOMENDASI