Musik Tradisi Nusantara Semakin Sepi Peminat

Menurut Edy, meski banyak lagu-lagu musik tradisi Minangkabau yang diadopsi tetapi karakternya sudah jauh berbeda. Muncullah istilah talempong goyang, saluang dangdut dan lain sebagainya.

“Untuk menemukan pertunjukan musik tradisi Minangkabau yang sesuai dengan pakem dipakai seniman tradisi, kadang-kadang kita harus masuk lebih jauh lagi ke pelosok, dan itu bisa menghabiskan waktu berjam- jam,” lanjutnya.

Hal yang sama juga disampaikan Bambang Sunarto, Dosen ISI Surakarta. Tak berbeda jauh dengan musik tradisi Minangkabau, musik tradisi karawitan juga memerlukan peningkatan ketahanan. Peningkatan ketahanan dapat tercapai apabila dilakukan upaya-upaya pengembangan. Upaya pengembangan akan berfungsi untuk menghidupkan ekosistem karawitan serta meningkatkan, memperkaya, dan menyebarluaskannya. upaya ini perlu dilakukan agar tujuan pemajuan kebudayaan dapat segera tercapai.

Menurutnya pengembangan karawitan harus tepat sasaran, terencana dan terarah. Tidak dapat dilakukan secara global atau gebyah uyah. “Mesti dikenali dimensi- dimensi atau elemen-elemen yang ada di dalamnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Marusya Nainggolan, seorang pengamat musik, mengatakan Seni Tradisi merupakan nafas kehidupan yang tak lepas dari kehidupan sebagian besar masyarakat Indonesia. Kekhasan dan keunikan yang dimiliki dari setiap ragam budaya menunjukkan kekuatan, identitas, sikap, polapikir masyarakat yang terlibat dalam kehidupan masyarakatnya.

“Seni Tradisi menjadi oase bagi proses dalam berkreasi, sebagai materi dan sumber inspirasi yang tidak terbatas nilai dan keunikannya,” katanya.

Menurut Marusya, seni tradisi khususnya musik sangat berpengaruh dalam proses kehidupan kreativitas seiman, musisi dunia, Asia, Indonesia, menembus batas berbagai latar belakang suku, agama, adat isitiadat dan usia.

BERITA REKOMENDASI