Musik Tradisi Nusantara Semakin Sepi Peminat

Amin Abdullah, Direktur Musik, Film dan Animasi berpandangan bahwa musik itu politik, yang meliputi politik etis di zaman kolonial, kesenian sebagai bagian dari revolusi di zaman orde lama, kesenian adi luhung di zaman orde baru, ekonomi kreatif di zaman reformasi berpengaruh pada pembentukan musik. Dengan pertautan defini : tradisi lisan meliputi, segala hal yang di transmisikan melalui tuturan meliputi, yang beraksara dan yang tak beraksara.

Pra Kongres tema 4: Kebutuhan Pengembangan bertujuan membahas pengembangan secara kekaryaan dan kelembagaan, teknologi, pembinaan pengguna musik tradisi. Beberapa rekoemndasinya adalah pertama memberi ruang proporsi dan pelindungan musik tradisi nusantara pada ekosistem yang melingkupiny. Kedua meletakkan sumber kesenian tradisi dalam konteks karya yang bersifat inovatif, modifikasi, dan komodifikasi.

Kemudian rekomendasi ketiga adalah perlunya sinergitas Pentahelix/lima baling-baling (Pemerintah, Komunitas, Pers/Media, Pelaku Bisnis, dan Akademisi) dalam menjaga ekosistem dan pengembangan musik tradisi nusantara. Dan ke empat, elemen musik tradisi sebagai sumber kreatifitas penciptaan produk kreatif akan membuat faktor pembeda sekaligus pengambilan posisi musik Indonesia dalam kontestasi musik dunia

Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru (PMMB) Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Ahmad Mahendra sebelumnya mengemukakan pra kongres merupakan kegiatan sebagai tindak lanjut arahan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim untuk menyusun kebijakan tata kelola perlindungan kekayaan intelektual bagi musikus tradisi Nusantara.

“Pra kongres akan membahas permasalahan yang mendasar, dan mencari solusi cara mengatasinya, terutama pada musik tradisi Nusantara,” katanya. Kegiatan Pra Kongres akan berlangsung hingga 30 Agustus 2021 dengan menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan.(Ati)

BERITA REKOMENDASI