Ndarboy Genk Ngebut Produksi, Kilas Balik Jualan Nasi Pecel di Video Seri Musikal

Editor: Ary B Prass

 

YOGYA, KRJOGJA.com – Pada awal kariernya sebagai penyanyi, Helarius Daru Indrajaya a.k.a Ndarboy Genk pernah jualan nasi pecel di pinggir jalan. Pengalaman ini lalu dituangkan dalam video seri musikal lewat lagu berjudul “Moro Moro Teko”, lagu ini merupakan salah satu tembang yang diambil dari album tergres “Cidro Asmoro”.

“Moro Moro Teko” juga tak hanya dirilis lewat platform streaming musik atau video klip di YouTube pada umumnya, lagu ini bakal dibuat menjadi video seri musikal atau video musical series, berurutan sampai lagu ke-10 dan akan menjadi pembuka cerita yang berkesinambungan dengan track-track berikutnya.

“Nanti dari lagu pertama Moro Moro Teko hingga lagu ke-10 dibuat bersambung jadi cerita yang utuh. Video seri musikal Moro Moro Teko sudah tayang pada Rabu 5 Januari 2022 di kanal YouTube Ndarboy Genk. Selain itu sudah bisa didengar juga di gerai-gerai musik digital. Lagu kedua dirilis bulan Februari, lagu ketiga di bulan Maret, dan seterusnya,” ujar Ndarboy dalam pers rilis yang dikirim ke Redaksi KRJogja.com belum lama ini.

Dijelaskan, bahwa 10 lagu di album “Cidro Asmoro” itu diserahkan sepenuhnya kepada Bagoes Kresnawan (Bagustikus) dari perusahaan yang bergerak melalui rumah produksi konten visual, Gelora Abadi Sentosa (@gas.id). Bukan pertama kalinya, Bagoes sudah didapuk menggarap beberapa karya video Ndarboy sebelumnya, yakni “Ambyar Mak Pyar” dan “Rungokno Aku”.

“Saya didapuk menjadi sutradara sekaligus penulis naskahnya. Serial ini pendekatannya musikal. Berbeda dengan web series lainnya yang pendekatannya selalu drama, kalau ini jadinya drama musikal,” kata Bagoes.

Menurut Bagoes, video seri musikal album “Cidro Asmoro” itu adalah sebuah visualisasi karya yang dianggapnya sebuah kolaborasi. Bagoes bersama GAS.ID merespons dalam bentuk visual dan story telling, lalu dituangkan menjadi serial dari cerita yang runut dari pengalaman masa lalu Ndarboy.

Dalam produksinya Bagoes menggarap lima episode, lima lagu sekaligus, terlebih dahulu. Lagu-lagu itu urutannya, Moro Moro Teko, Penting Yakin, Aduh Biyung, Koyo Jogja Istimewa, dan Teko Lungo. Lima lagu sisanya, track 6-10 akan dikerjakan beberapa bulan ke depan.

“Yang kita kerjakan ini adalah episode 1-5. Dari karya ini aku merespons berdasarkan lirik yang berasal dari pengalaman pribadi Daru (Ndarboy). Jadi untuk visualisasinya aku harus banyak wawancara dulu, termasuk rekonstruksi beberapa hal, misalnya Nasi Pecel Teng Teng Crit. Itu kisah nyatanya Daru dulu, lalu aku visualisasikan di situ,” papar Bagoes.

BERITA REKOMENDASI